PONTIANAK POST - Fabio Quartararo mengungkapkan bahwa masalah Yamaha Motor Racing di MotoGP Spanyol bukan hanya soal kecepatan maksimal, melainkan lebih kompleks dari yang terlihat di lintasan Jerez.
Meski menjadi pembalap Yamaha tercepat pada sesi Jumat, Quartararo hanya mampu finis di posisi ke-17 dan tertinggal lebih dari satu detik dari pemuncak klasemen sementara, Alex Marquez.
“Berada satu detik di belakang waktu terbaik kami berarti kami sedang kesulitan,” ujar Quartararo dikutip dari GPOne.
Baca Juga: Marc Marquez Pesimis Podium di MotoGP Spanyol, Akui Tak Punya Potensi Menyerang Rival
Ia menegaskan bahwa ekspektasi awal Yamaha jauh dari realita performa di lintasan.
Quartararo menegaskan bahwa isu utama Yamaha bukan hanya pada kecepatan lurus.
Menurutnya, kekurangan terbesar justru terletak pada stabilitas motor saat menikung, grip ban, serta kemampuan pengereman.
“Kami butuh motor yang bisa berbelok, punya grip, bisa berhenti dengan baik, dan memberi rasa percaya di bagian depan,” katanya.
Baca Juga: Marc Marquez Kalah Cepat dari Alex Marquez di Sirkuit Jerez, Ini Kata Legenda MotoGP
Ia menambahkan bahwa seluruh aspek tersebut sudah menjadi keluhan utama sejak September, namun hingga kini belum ada solusi signifikan dari tim.
Cuaca yang lebih sejuk di Jerez seharusnya membantu performa motor, namun hasil di lintasan justru menunjukkan sebaliknya.
Yamaha tetap tertinggal cukup jauh dari para rival, termasuk Ducati dan Aprilia yang mendominasi posisi teratas.
Kondisi ini membuat Quartararo mulai realistis dengan situasi yang dihadapi timnya.
Ia mengaku harus beradaptasi dengan ketertinggalan yang ada jika tidak ada peningkatan signifikan dalam waktu dekat.
Sementara itu, rekan setimnya Alex Rins juga mengalami kesulitan, bahkan menjadi Yamaha paling lambat di sesi tersebut kecuali wildcard Augusto Fernandez.(*)
Editor : Budi Miank