PONTIANAK POST - Juara dunia WorldSBK Toprak Razgatlioglu mengakui peran besar mentor teknisnya Andrea Dovizioso dalam proses adaptasinya ke MotoGP 2026 bersama Yamaha.
Namun, ia juga menegaskan bahwa menerapkan masukan di lintasan bukan perkara mudah.
Dalam keterangannya, Toprak menyebut Dovizioso sebagai sosok penting yang selalu membantunya memahami gaya balap MotoGP yang jauh berbeda dari WorldSBK.
Baca Juga: Aprilia Pamer Motor MotoGP 2027 di Jerez, Fans Auto Heboh Lihat Bentuk Aneh Ini
“Saya selalu percaya dan mendengarkan dia. Dia sangat penting untuk saya,” ujar Toprak, dikutip dari laporan Peter McLaren.
Meski begitu, pembalap asal Turki itu mengaku realisasi di lintasan sering kali tidak sesuai dengan teori yang diberikan.
“Dia menjelaskan, tapi tidak selalu mudah dilakukan. Tetap saja saya percaya dia,” tambahnya.
Toprak menyoroti bahwa perbedaan gaya pengereman dan cara masuk tikungan menjadi tantangan utama di MotoGP.
Ia menyebut gaya membalapnya masih terlalu agresif saat memasuki corner, berbeda dengan pembalap lain seperti Fabio Quartararo yang lebih halus dalam mengatur kecepatan.
Menurutnya, masalah understeer dan respons motor di tikungan cepat menjadi hambatan terbesar.
“Saat saya merasa melebar, saya malah menahan rem lebih lama. Itu membuat saya lebih lambat saat kembali gas,” ungkapnya.
Pada sesi balapan dan tes pasca-race di Jerez, Toprak finis di posisi ke-19 setelah menjalani long lap penalty, dan kemudian menutup tes di posisi ke-20 dengan selisih lebih dari satu detik dari rekan setimnya Alex Rins.
Sementara itu, pembalap Fabio Quartararo sempat tampil lebih baik meski tetap kesulitan dengan paket motor terbaru Yamaha yang belum stabil.
Baca Juga: Finis ke-16 di MotoGP Spanyol Bikin Frustrasi, Quartararo Sentil Manajemen Yamaha Terbuka
Toprak menegaskan dirinya masih membutuhkan “beberapa langkah besar” untuk bisa bersaing di level teratas.
“Saya tahu apa yang harus diperbaiki, tapi masih belum bisa meningkat seperti yang saya mau,” tutupnya.(*)
Editor : Budi Miank