PONTIANAK POST - Pembalap Alex Rins mengaku terkejut setelah masa depannya di Yamaha MotoGP diputus hanya dalam tiga seri awal MotoGP 2026.
Keputusan cepat ini muncul di tengah adaptasinya dengan motor baru Yamaha bermesin V4.
Rins menyebut keputusan tersebut datang terlalu dini, mengingat dirinya baru mulai menemukan feeling dengan motor anyar tersebut.
Baca Juga: Jadwal Lengkap MotoGP Prancis 2026: Le Mans Siap Suguhkan Duel Panas
“Saya terkejut karena dalam tiga balapan mereka sudah memutuskan masa depan saya,” ujarnya kepada GPOne.com.
Pembalap asal Spanyol itu juga menyinggung kerasnya persaingan di MotoGP saat ini.
Menurutnya, tanpa motor kompetitif, seorang rider bisa dengan cepat dilupakan.
“Sepertinya jika Anda tidak punya motor itu, orang-orang akan melupakan Anda,” kata Rins.
Baca Juga: Bos Ducati Bongkar Status Marc Marquez, Juara MotoGP 2025 Ini Resmi Teken Kontrak Baru Musim 2027
Rins sebelumnya bergabung dengan Yamaha sejak 2024 setelah memperkuat tim satelit Honda.
Saat itu, Yamaha tengah dalam fase pembangunan ulang performa, mirip dengan kondisi Honda yang tertinggal dari pabrikan Eropa seperti Ducati Lenovo Team dan Aprilia Racing.
Musim 2026 menjadi momen penting karena Yamaha beralih ke mesin V4, meninggalkan konfigurasi Inline lama.
Meski belum menunjukkan hasil signifikan, Rins sempat finis di zona poin dalam dua dari tiga seri awal.
“Dengan Inline4 kami kesulitan, terutama saat pengereman. Ketika beralih ke V4, perasaannya justru membaik,” jelasnya.
Keputusan Yamaha juga membuka jalan bagi susunan pembalap baru pada musim 2027.
Baca Juga: Tech3 Bikin Kejutan! Jonas Folger Comeback Gantikan Vinales di MotoGP Prancis
Nama Ai Ogura disebut akan bergabung dengan Jorge Martin dalam proyek baru tim pabrikan tersebut.
Meski kecewa, Rins menegaskan komitmennya tidak berubah.
Ia tetap bertekad tampil maksimal hingga akhir musim.
“Motivasi saya tidak berubah. Ini memang masa sulit, tapi saya akan tetap memberikan segalanya,” tegasnya.
Rins juga mengingatkan bahwa performa pembalap sangat bergantung pada paket motor.
Ia mencontohkan dominasi Ducati sebelumnya, serta kebangkitan Aprilia musim ini yang mengubah peta persaingan.
“Saya masih Alex yang sama seperti dulu, yang bisa menang balapan dan naik podium,” pungkasnya.(*)
Editor : Budi Miank