PONTIANAK POST - Legenda MotoGP sekaligus test rider KTM, Dani Pedrosa, menilai Pedro Acosta tengah berproses menjadi bintang besar MotoGP, bukan hanya di lintasan tetapi juga di luar trek.
Meski belum bisa memastikan Acosta sebagai penerus generasi Marc Marquez, Pedrosa melihat perkembangan signifikan dalam kedewasaan sang pembalap muda.
Acosta tampil impresif sejak naik ke kelas utama pada 2024 bersama Red Bull KTM Tech3 dengan finis kelima di musim debutnya.
Pada 2025, ia naik satu tingkat ke posisi keempat klasemen akhir dengan torehan 12 podium, termasuk Sprint.
Namun hingga kini, ia memegang rekor kurang mengenakkan, yakni pembalap dengan podium terbanyak tanpa kemenangan Grand Prix.
Berbicara di podcast Fast & Curious, Pedrosa memuji potensi besar Acosta.
“Saya tidak punya bola kristal untuk tahu apakah dia akan jadi pengganti generasi Marquez,” ujarnya.
Baca Juga: Heboh Sprint MotoGP Spanyol, FIM Tak Tambah Aturan Baru Usai Aksi Marc Marquez
“Tapi tanpa ragu, Pedro punya kualitas hebat. Dia menunjukkan potensi besar karena bisa berada di depan dengan KTM, bersaing melawan Aprilia dan Ducati.”
Pedrosa menekankan bahwa proses belajar Acosta kini bukan hanya soal kecepatan, melainkan pemahaman menyeluruh tentang dinamika MotoGP.
“Dia sedang belajar seluk-beluk kejuaraan, dari sisi media hingga manajemen internal antara apa yang dia inginkan dan apa yang akhirnya disampaikan,” jelasnya.
Menurut Pedrosa, pembalap berjuluk “The Shark” itu juga mulai mampu mengendalikan kesalahan krusial yang dulu sering merugikannya, seperti kecelakaan di momen penting yang berdampak pada kualifikasi dan balapan utama.
“Semua itu memang belum memberinya hasil yang diinginkan sekarang, tapi sedang mempersiapkannya dengan sangat baik untuk masa depan,” katanya.
Meski KTM dinilai belum setara dengan motor Ducati atau Aprilia dalam perebutan gelar, Acosta tetap mampu bersaing di barisan depan.
Pedrosa pun memberi sinyal bahwa musim 2027 bisa menjadi titik krusial, saat Acosta diproyeksikan bergabung dengan Ducati dan berpotensi satu tim dengan Marquez.
“Ketika dia nanti punya motor yang benar-benar kompetitif dan pengalaman yang cukup, dia bisa masuk fase di mana bukan hanya cepat, tapi juga sangat matang,” tegas Pedrosa.
Situasi itu tentu menjadi alarm tersendiri bagi Marquez.
Jika keduanya berbagi motor dengan level yang sama, persaingan internal diprediksi bakal sengit dan bisa menentukan arah perebutan gelar juara dunia berikutnya. (*)
Editor : Budi Miank