PONTIANAK POST - Toprak Razgatlioglu mulai merasakan kerasnya persaingan MotoGP setelah menjalani hari pertama MotoGP Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans.
Juara dunia Superbike itu mengaku masih kesulitan memahami karakter lintasan sekaligus memaksimalkan performa motor Yamaha miliknya.
Pebalap Pramac Yamaha tersebut bahkan secara terbuka mengakui bahwa hanya mengandalkan sesi berkendara sendirian tidak cukup untuk berkembang di MotoGP.
Baca Juga: Joan Mir Kirim Sinyal Bahaya, Honda Disebut Tinggal Selangkah Lagi Rebut Podium MotoGP
Toprak menilai dirinya perlu mengikuti pebalap lain untuk memahami racing line terbaik di Le Mans.
“Kadang riding sendiri tidak cukup. Anda harus mengikuti pebalap lain untuk memahami racing line karena ada yang mengambil sisi dalam, ada juga yang menutup jalur,” kata Toprak seperti dikutip dari GPOne.
Masalah terbesar Toprak ternyata muncul di tikungan pertama Le Mans.
Pebalap asal Turki itu mengaku belum menemukan cara ideal untuk menaklukkan sektor tersebut dengan motor MotoGP yang menurutnya sangat agresif saat pengereman.
“Saya kehilangan banyak waktu di tikungan pertama. Saya belum benar-benar memahami area itu. Sangat sulit, terutama dengan motor MotoGP karena motor sering bergerak sebelum masuk tikungan,” ujarnya.
Meski demikian, Toprak tetap melihat adanya progres sepanjang sesi latihan.
Ia berhasil memangkas catatan waktunya dari 1 menit 32 detik menjadi 1 menit 31 detik pada sesi sore hari.
“Pagi tadi saya mentok di 1 menit 32,3 detik. Tetapi sore harinya saya langsung turun ke 1 menit 31,1 detik. Namun kami masih tertinggal satu detik dan itu gap yang sangat besar,” ucapnya.
Toprak juga menyoroti performa rekan sesama Yamaha seperti Alex Rins, Fabio Quartararo, dan Jack Miller yang dinilai mampu menunjukkan potensi motor YZR-M1 di Le Mans.
“Kami punya data dari Alex Rins yang tampil sangat bagus hari ini, begitu juga Quartararo dan Miller. Itu berarti motor ini sebenarnya bisa mencatat waktu lebih baik,” katanya.
Dalam proses adaptasinya, Toprak sempat mengikuti pebalap Trackhouse Racing, Ai Ogura.
Dari situ ia menyadari ada perbedaan besar dalam akselerasi dan pemilihan racing line dibanding gaya balap Superbike yang selama ini melekat padanya.
“Hari ini saya tidak membalap dengan gaya Superbike. Saya mengikuti Ogura dan melihat beberapa sektor dia jauh lebih cepat saat membuka gas. Dia punya akselerasi lebih baik,” ujar Toprak.
Walau masih kesulitan, mantan juara dunia WorldSBK itu tetap menikmati pengalaman pertamanya membalap di Le Mans dengan motor MotoGP.
“Ini trek yang sulit. Anda harus membalap seperti di Moto3 atau Moto2. Tapi saya terus belajar dan mulai berkembang. Bisa balapan di sini adalah mimpi saya,” tuturnya.(*)
Editor : Budi Miank