PONTIANAK POST - Francesco Bagnaia mengakui kesalahannya sendiri usai gagal finis di MotoGP Prancis 2026.
Pembalap Ducati Lenovo Team itu menegaskan tidak ingin membiarkan Marco Bezzecchi menjauh di depan, meski kondisi motor tak sepenuhnya mendukung.
Start dari pole position di Sirkuit Le Mans, Bagnaia sempat kehilangan posisi saat start, namun cepat bangkit ke urutan kedua di antara Bezzecchi dan Pedro Acosta.
Ketika Bezzecchi mulai membuka jarak dan tekanan dari belakang meningkat, Bagnaia kehilangan grip depan Ducati-nya di Tikungan 3 dan terjatuh, mencatat DNF ketiganya musim ini.
“Saat pembalap jatuh, 90 persen itu kesalahannya sendiri,” kata Bagnaia usai balapan dikutip dari Motorsport.
“Crash saya akibat kurangnya kepercayaan diri. Ada sedikit masalah pada motor yang membatasi kami dan membuat kami lebih lambat.”
Ia mengungkapkan problem teknis yang sebelumnya muncul di Jerez kembali terasa di Le Mans.
Baca Juga: Crash Bagnaia Tutupi Potensi Ducati? Alex Marquez Bongkar Sisi Lain MotoGP Prancis yang Bikin Kaget
Namun, ia menegaskan faktor utama tetap keinginannya untuk bertahan di perebutan kemenangan.
“Saya mencoba mempertahankan ritme yang sama meskipun saya tak mampu melakukannya. Saya benar-benar tidak ingin dia menjauh. Saya tidak mau kalah hari ini. Saya menikmati pertarungan itu. Jadi saya memberi segalanya selama saya bisa,” tegasnya.
Juara dunia dua kali itu menambahkan bahwa pendekatannya mungkin berbeda jika ia sedang memimpin klasemen.
“Kalau saya sedang memimpin kejuaraan, mungkin saya akan bereaksi berbeda. Tapi hari ini saya melihat peluang menang, jadi saya ambil risiko, dan memang seharusnya begitu.”
Bagnaia juga menyebut dirinya mendorong hingga 200 persen demi tetap menempel Bezzecchi.
“Saya berusaha masuk tikungan dengan cara yang sama seperti sebelumnya, padahal saya sudah tak mampu lagi melakukannya. Dan itulah konsekuensinya,” ujarnya.
Baca Juga: Hasil MotoGP Prancis: Jorge Martin Menang Dramatis di Le Mans, Ai Ogura Cetak Sejarah untuk Jepang
Sejak kalah tipis dalam perebutan gelar MotoGP 2024 dari Jorge Martin, performa Bagnaia naik turun.
Meski sempat meraih kemenangan di Austin dan Motegi musim lalu, inkonsistensi membuatnya menutup musim dengan lima kali gagal finis beruntun pada balapan utama hari Minggu.
Musim 2026 menunjukkan perbaikan, terutama di Sprint Race, namun ia belum mampu konsisten menandingi rekan setimnya, Marc Marquez, maupun Fabio di Giannantonio.
Bagnaia mengakui telah mengubah pendekatan jelang GP Prancis. Alih-alih bermain aman demi podium, ia kini memprioritaskan kemenangan.
“Sebelum mencari konsistensi, saya ingin membawa motor ke posisi terdepan. Targetnya adalah menang. Menang itu wajib,” katanya.
Ia bahkan menyampaikan tekadnya secara lugas. “Saya tidak peduli apa pun. Jika harus jatuh demi menang, saya akan melakukannya.”(*)
Editor : Budi Miank