Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Rivola Copas ‘Papaya Rules’ McLaren Usai Jorge Martin Juara MotoGP Prancis, Aprilia Terapkan ‘Black Rules' agar Bezzecchi Tak Main Kotor

Budi Miank • Selasa, 12 Mei 2026 | 09:51 WIB
Jorge Martin dan Marco Bezzecchi kini harus mematuhi “Black Rules” Aprilia dalam perebutan gelar MotoGP. (INSTAGRAM/@aprilia)
Jorge Martin dan Marco Bezzecchi kini harus mematuhi “Black Rules” Aprilia dalam perebutan gelar MotoGP. (INSTAGRAM/@aprilia)

PONTIANAK POST - Aprilia mulai mengambil langkah antisipasi menghadapi potensi perang internal antara Jorge Martin dan Marco Bezzecchi dalam perebutan gelar MotoGP 2026. 

Bos Aprilia Racing, Massimo Rivola, resmi memperkenalkan aturan khusus bernama “Black Rules” usai MotoGP Prancis 2026 di Le Mans.

Kemenangan Jorge Martin di GP Prancis membuat persaingan dengan rekan setimnya, Marco Bezzecchi, semakin panas. 

Baca Juga: KTM Buang Brad Binder Usai Terpuruk di MotoGP Prancis, Kursi Rider Afrika Selatan Itu Diserahkan ke Giannantonio

Kini selisih poin keduanya hanya tersisa satu angka di klasemen sementara MotoGP 2026.

Situasi itu memang menguntungkan Aprilia karena mereka sukses memperlebar keunggulan di klasemen konstruktor sekaligus mencatat podium dominan. 

Namun di sisi lain, tensi persaingan internal mulai menimbulkan kekhawatiran.

Massimo Rivola menjelaskan bahwa “Black Rules” dibuat untuk memastikan kedua ridernya tetap menghormati satu sama lain di lintasan.

Baca Juga: Disalip Di Giannantonio di Lap Terakhir MotoGP Prancis, Pedro Acosta: Kita Bertemu Lagi di Balapan Berikutnya

“Saya yakin memiliki dua pembalap yang bukan hanya cepat, tetapi juga sangat profesional. Saya percaya mereka akan saling menghormati,” ujar Rivola dikutip dari GPOne.

Ia menegaskan bahwa aturan utama dalam tim saat ini hanyalah rasa hormat antarpembalap. 

Aprilia tidak ingin Martin maupun Bezzecchi melakukan manuver berbahaya yang justru merugikan tim sendiri.

“Pengelolaan tim sekarang sebenarnya sangat sederhana. Satu-satunya aturan yang kami pegang adalah saling menghormati. Saat dua pembalap mulai kehilangan rasa hormat, itu akan langsung tampak,” lanjutnya.

Rivola juga menyinggung duel overtaking di Le Mans yang menurutnya masih berada dalam batas wajar.

“Marco sedikit mengendurkan pengereman untuk mencoba, tetapi itu adalah salip-menyalip yang adil. Selama rekan setim saling menyalip seperti itu, tidak masalah,” katanya.

Baca Juga: Bagnaia Ngaku Ngegas 200 Persen di MotoGP Prancis: Tak Mau Kalah, Rela Crash Demi Menang

Namun Rivola memberi sinyal keras jika persaingan mulai berubah kasar.

“Kalau mereka mulai melakukan manuver masuk tikungan yang terlalu agresif hingga membahayakan, saat itulah kami harus berbicara,” tegasnya.

Aturan “Black Rules” Aprilia langsung mengingatkan publik pada “Papaya Rules” milik tim Formula 1 McLaren yang digunakan untuk mengendalikan rivalitas Lando Norris dan Oscar Piastri.

Aprilia tampaknya tidak ingin peluang juara dunia hancur hanya karena persaingan internal yang terlalu agresif. 

Baca Juga: Jorge Martin Tikung Bezzecchi di Lap-lap Terakhir, Marc Marquez Justru Tumbang di MotoGP Prancis, Le Mans Milik Aprilia

Apalagi musim masih panjang dan posisi puncak klasemen bisa berubah dalam satu balapan.

Meski tampil dominan di Le Mans, Rivola menolak menyebut Aprilia sebagai kandidat utama juara dunia MotoGP 2026.

“Ya, saya rasa bisa dikatakan bahwa Aprilia saat ini adalah motor patokan, tetapi menurut saya masih terlalu dini untuk menyimpulkannya,” ucap Rivola.

Menurutnya, persaingan musim ini masih sangat ketat dan Ducati tetap menjadi ancaman serius dalam perebutan gelar.

Saat ini Aprilia juga masih berupaya mempertahankan Jorge Martin agar tidak hengkang pada akhir musim 2026. 

Sebab ada kekhawatiran Martin justru pergi setelah berhasil membawa Aprilia menjadi juara dunia.(*)

Editor : Budi Miank
#Aprilia #MotoGP Prancis 2026 #Massimo Rivola #Marco Bezzecchi #Jorge Martin