PONTIANAK POST - Duel sengit dua pebalap Aprilia di MotoGP Prancis 2026 berbuntut kritik tajam.
Mantan crew chief MotoGP, Peter Bom, menilai Marco Bezzecchi menyia-nyiakan peluang emas menang di Le Mans karena dinilai kurang berani saat disalip rekan setimnya, Jorge Martin.
Bezzecchi yang memimpin hampir sepanjang balapan akhirnya harus puas finis kedua setelah Martin melakukan manuver agresif di lap-lap akhir.
Baca Juga: Ai Ogura Akhiri Kutukan 14 Tahun, Jepang Kembali Naik Podium MotoGP di Le Mans
Kemenangan itu memangkas jarak klasemen menjadi hanya satu poin di antara keduanya.
Berbicara dalam podcast Oxley Bom, Peter Bom menyebut posisi start Bezzecchi dari grid ketiga justru sangat ideal di Le Mans.
“Posisi ketiga itu sebenarnya ‘super pole’. Tempat terbaik untuk memulai di sirkuit ini, dan Bezzecchi membuktikannya dua kali,” kata Bom.
Namun menurutnya, Bezzecchi terlalu defensif setelah memimpin.
“Dia langsung menutup sisi dalam seperti biasa di Le Mans, tapi terlalu over-defend. Jorge datang dan dia tidak super berani. Dia bahkan tidak melebar satu meter pun. Dia hanya melihat peluang muncul,” kritik Bom.
Manuver Martin yang agresif dianggap sebagai pernyataan kuat dalam perburuan gelar dunia.
Setelah kecelakaan brutal musim lalu, pebalap Spanyol itu kini terlihat kembali ke performa terbaiknya.
Persaingan internal Aprilia pun memanas. Dengan selisih satu poin di klasemen, manajemen tim tak ingin duel keduanya merugikan perolehan angka.
Bos Aprilia, Massimo Rivola, sebelumnya telah menerapkan “black rules” guna memastikan pertarungan berlangsung adil tanpa risiko berlebihan.
Aprilia sendiri menegaskan tidak akan memihak salah satu pebalap.
Keduanya diberi kebebasan bersaing selama mematuhi aturan sportivitas tim.(*)
Editor : Budi Miank