PONTIANAK POST - Pebalap Enea Bastianini mulai mengungkap persoalan yang masih membelit motor Red Bull KTM Tech3 setelah MotoGP Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans.
Meski berhasil bangkit dan finis ketujuh, rider asal Italia itu menilai hasil tersebut justru memperlihatkan keterbatasan paket motor KTM saat ini.
Bastianini menjalani akhir pekan yang sulit di Le Mans. Ia terjatuh pada sesi kualifikasi sehingga gagal menembus Q2 dan harus memulai balapan dari posisi ke-14.
Situasi makin rumit setelah dirinya kembali mengalami crash pada sprint race Sabtu lalu.
Namun pada balapan utama Minggu (11/5/2026), Bastianini mampu memperbaiki posisi hingga finis ketujuh, meski terpaut sekitar lima detik dari pebalap KTM terbaik, Pedro Acosta, yang menyelesaikan balapan di posisi kelima.
“Hari ini kami berhasil mencapai garis finis, dan kemarin saya mengalami dua kali kecelakaan,” kata Bastianini dikutip dari Crash.net.
Meski mengamankan hasil cukup baik untuk tim Tech3 yang tampil di kandang sendiri, Bastianini mengaku performa KTM masih belum sesuai ekspektasinya.
Baca Juga: Ai Ogura Akhiri Kutukan 14 Tahun, Jepang Kembali Naik Podium MotoGP di Le Mans
Ia secara khusus menyoroti masalah motor saat menggunakan ban belakang soft.
“Ekspektasi saya sebenarnya lebih tinggi dibanding hasil yang saya dapatkan. Saya pikir saat ini kami masih memiliki beberapa keterbatasan dan kami harus memahami apa penyebabnya,” ujarnya.
Menurut mantan pebalap Ducati itu, motor KTM mengalami banyak pergerakan ketika menggunakan kompon lunak sehingga membuatnya kesulitan menekan kecepatan secara konsisten sepanjang balapan.
“Hari ini dengan ban belakang soft sangat sulit bagi kami untuk mendorong motor karena ada banyak pergerakan. Dari sisi saya, itu sangat sulit dikendalikan,” jelasnya.
Ia juga mengaku kehilangan kecepatan pada lap-lap akhir dan tidak mampu tampil secepat kemampuan normalnya.
Meski demikian, Bastianini tetap senang bisa memberikan hasil positif bagi Tech3 di balapan kandang tim.
“Ini hasil bagus untuk tim karena ini adalah home GP mereka, dan saya senang,” tambahnya.
Sementara itu, rekan setimnya, Jonas Folger, yang menggantikan Maverick Vinales yang cedera, akhirnya berhasil menyelesaikan balapan pertamanya di MotoGP setelah absen selama tiga tahun.
Meski finis dengan selisih 73,229 detik dari pemimpin lomba, Folger menganggap akhir pekan di Le Mans tetap memberi banyak pelajaran penting.
“Balapan ini sangat berat, tetapi target saya memang menyelesaikan lomba dan terus belajar,” kata Folger.
Pebalap penguji KTM itu mengaku sempat mengalami masalah kebugaran fisik, terutama pada bagian bahu kiri, serta kehilangan rasa percaya diri usai kecelakaan pada sesi sebelumnya.
“Setelah kecelakaan kemarin, saya kehilangan sedikit kepercayaan diri. Hari ini fokus saya hanya menyelesaikan lap dan mencapai finis,” ungkapnya.(*)
Editor : Budi Miank