PONTIANAK POST - Cedera serius yang dialami Marc Marquez ternyata belum membuat rival-rivalnya merasa aman dalam perebutan gelar MotoGP 2026.
Pemuncak klasemen sementara Marco Bezzecchi dan juara dunia Jorge Martin justru kompak menegaskan bahwa pembalap Ducati tersebut masih sangat mungkin bangkit dan kembali menjadi ancaman utama musim ini.
Marquez dipastikan absen pada seri Catalunya setelah mengalami patah tulang kaki saat balapan Sprint MotoGP Prancis di Le Mans, Sabtu lalu.
Tidak hanya itu, juara dunia sembilan kali tersebut juga diketahui sedang berjuang melawan masalah saraf misterius di bagian bahu yang memaksanya menjalani operasi ganda.
Meski berpotensi tertinggal hingga 108 poin dari Bezzecchi, para rival tetap menolak mencoret nama Marc Marquez dari persaingan juara dunia MotoGP 2026.
Mereka menilai pengalaman dan mentalitas sang pembalap masih sangat berbahaya ketika kembali ke lintasan.
“Marc memenangkan gelar musim lalu di Jepang lima balapan sebelum akhir musim. Jadi secara pribadi, saya tidak pernah mencoret Marc dari perebutan gelar,” kata Marco Bezzecchi seperti dikutip dari Crash.net.
Baca Juga: Honda Coba Bajak Otak Ducati, Dall’Igna Jawab: No, Thanks! Akhirnya Rekrut Brivio untuk MotoGP 2027
Pembalap Aprilia itu juga meyakini Marquez akan kembali dengan motivasi besar setelah pulih dari cedera.
Menurutnya, musim masih panjang dan segala kemungkinan masih dapat terjadi.
“Saat dia kembali nanti, dia pasti akan sangat lapar untuk menang. Saya pikir dia tetap akan bertarung,” ujar Bezzecchi.
Optimisme serupa juga datang dari Jorge Martin. Juara dunia MotoGP 2024 tersebut menyebut Marc Marquez sebagai salah satu pembalap yang memiliki kemampuan luar biasa untuk bangkit dari keterpurukan.
“Jika ada seseorang yang sudah membuktikan bisa bangkit dari titik terendah ke tertinggi lagi, itu adalah Marc,” ujar Martin.
“Jadi kami tidak bisa mengabaikannya. Saya berharap dia segera pulih dan kembali bersama kami,” sambungnya.
Musim lalu, Marc Marquez memang menunjukkan dominasi luar biasa bersama Ducati.
Ia mengunci gelar juara dunia MotoGP 2025 di Jepang dengan keunggulan 201 poin sebelum akhirnya absen di lima seri terakhir akibat cedera Mandalika.
Meski begitu, Marquez tetap mampu finis 78 poin di depan adiknya, Alex Marquez.
Kondisi terbaru Marquez sendiri masih belum pasti. Dalam percakapan emosional bersama tim Ducati di Le Mans, ia mengaku mengalami keterbatasan besar akibat gangguan saraf di bahunya.
“Saya membalap setengah detik lebih lambat dari batas kemampuan saya,” ungkap Marquez.
Meski berada dalam kondisi fisik yang tidak ideal, pembalap asal Spanyol tersebut masih sempat memecahkan rekor lap resmi Le Mans saat sesi Qualifying 1 sebelum terjatuh di Sprint Race.
Sementara itu, Alex Marquez meminta semua pihak menunggu kepastian kapan kakaknya bisa kembali tampil.
Menurutnya, peluang perebutan gelar baru bisa dihitung setelah kondisi Marc benar-benar jelas.
“Pertama-tama, kita harus melihat kapan dia akan kembali. Apakah dia akan melewatkan satu, dua, tiga, atau empat balapan, saya tidak tahu,” kata Alex Marquez.
“Sekarang terlalu dini membahas peluang gelar. Saya rasa saat ini dia hanya fokus memulihkan diri,” lanjutnya.
Manajer Ducati Davide Tardozzi juga mengaku belum dapat memastikan apakah Marc Marquez akan siap tampil pada seri Mugello mendatang.
Absennya Marquez membuat Fabio Di Giannantonio kini menjadi pembalap Ducati terbaik di klasemen sementara, meski masih terpaut 44 poin dari Marco Bezzecchi.(*)
Editor : Budi Miank