PONTIANAK POST - Persaingan gelar MotoGP 2026 memanas di Barcelona.
Seri keenam musim ini, MotoGP Catalunya 2026, menjadi panggung duel sengit dua pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, yang kini hanya terpaut satu poin di klasemen sementara.
Bezzecchi datang sebagai pemuncak klasemen, namun kemenangan Martin di Le Mans pekan lalu membuat tensi internal tim Aprilia semakin tinggi.
Baca Juga: Maverick Vinales Blak-blakan Soal Kontrak MotoGP 2027, Nasib di KTM Ditentukan Bahu Kiri
Dominasi pabrikan asal Noale itu bahkan mulai disebut sebagai kekuatan utama musim ini, meninggalkan rival-rivalnya dalam tekanan.
Di sisi lain, Ducati menghadapi akhir pekan berat tanpa Marc Marquez.
Juara dunia delapan kali itu absen setelah menjalani operasi ganda pada kaki kanan dan bahu kanannya usai kecelakaan di Le Mans.
Ducati memastikan tidak menunjuk pembalap pengganti di Barcelona.
Baca Juga: Honda Coret Joan Mir, Ducati Jadi Pelabuhan Baru Juara Dunia MotoGP 2020?
Mengacu laporan Crash.net, MotoGP Catalunya 2026 digelar pada 15–17 Mei di Circuit de Barcelona-Catalunya.
Balapan utama berlangsung Minggu (17/5) pukul 14.00 waktu setempat atau 19.00 WIB.
Rangkaian dimulai Jumat dengan dua sesi latihan bebas. Sabtu digelar FP2, kualifikasi Q1 dan Q2, serta sprint race 12 lap.
Balapan utama sepanjang 24 lap menjadi penentu penting arah perebutan gelar musim ini.
Sprint ditayangkan delay pukul 15.00 waktu Inggris di Quest, sementara highlight balapan hadir pukul 22.00.
Barcelona menjadi kunjungan kedua MotoGP ke Spanyol musim ini, dan bisa menjadi titik balik persaingan.
Jika Aprilia kembali dominan, jarak dengan para rival berpotensi melebar.
Baca Juga: Alex Marquez Tercepat, Jorge Martin Terpelanting di FP1 MotoGP Catalunya 2026, Ini Hasil Lengkapnya
Namun Ducati berharap Alex Marquez mampu mengulang performa impresifnya di Catalunya seperti musim lalu.
Tanpa Marc Marquez, tekanan kini sepenuhnya berada di pundak para pesaing.
MotoGP 2026 di Barcelona bukan sekadar balapan biasa, melainkan panggung awal penentuan arah gelar dunia. (*)
Editor : Budi Miank