Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Jorge Martin Crash 4 Kali di MotoGP Catalunya, Juara Dunia 2024 Bongkar Penyebabnya

Budi Miank • Minggu, 17 Mei 2026 | 16:02 WIB
Jorge Martin melesat dari posisi belakang hingga menang Sprint MotoGP Prancis di Le Mans. (INSTAGRAM/@89jorgemartin)
Jorge Martin saat tampil bersama Aprilia Racing di MotoGP Catalunya 2026 Barcelona.(INSTAGRAM/@89jorgemartin)

PONTIANAK POST - Jorge Martin mengalami akhir pekan penuh mimpi buruk di MotoGP Catalunya 2026 setelah terjatuh empat kali hanya dalam dua hari di Sirkuit Barcelona-Catalunya. 

Meski berkali-kali crash, juara dunia MotoGP 2024 itu menegaskan dirinya masih percaya diri dengan performa motor Aprilia RS-GP.

Rentetan insiden tersebut menjadi pukulan telak bagi Martin yang sebelumnya tampil dominan dengan kemenangan ganda di MotoGP Prancis. 

Baca Juga: Marco Bezzecchi Bongkar Masalah Aprilia Usai Terpuruk di Sprint MotoGP Catalunya 2026, Akui Kehilangan Kepercayaan Diri 

Di Barcelona, pembalap asal Spanyol itu justru kesulitan menjaga konsistensi dan gagal mengubah kecepatan balap menjadi hasil maksimal.

Martin kembali jatuh saat sprint race Sabtu (16/5/2026) ketika sedang berada di posisi keenam pada lap ketiga. 

Sebelumnya, ia juga dua kali crash pada sesi latihan Jumat dan sekali terjatuh di sesi kualifikasi Q1 setelah mencatat waktu impresif.

Pembalap Aprilia Racing itu mengungkapkan tidak ada satu penyebab pasti di balik empat kecelakaan yang dialaminya sepanjang akhir pekan MotoGP Catalunya.

Baca Juga: Marco Bezzecchi vs Jorge Martin Cuma Selisih 1 Poin, Cek Jadwal Lengkap MotoGP Catalunya 2026

“Ada beberapa cedera kecil. Seluruh tubuh saya memar akibat benturan dan ada sedikit keseleo di kaki, tapi tidak ada yang membuat saya tidak bisa membalap dengan baik,” kata Martin seperti dikutip Motorsport.

Ia menyebut karakter lintasan Catalunya tahun ini terasa jauh lebih sulit dibanding biasanya. 

Menurutnya, batas kemampuan motor sangat tipis sehingga sedikit kesalahan saja bisa langsung berujung kecelakaan.

“Sirkuit ini jauh lebih tricky dari biasanya dan sangat sulit menemukan limit. Ketika Anda menemukannya, Anda malah crash,” ujarnya.

Martin mengakui sebagian besar insiden berasal dari kesalahan kecil yang dilakukannya sendiri. 

Dua crash awal disebut terjadi karena ban masih dingin, sedangkan kecelakaan di sesi Q1 terjadi saat dirinya memaksakan motor hingga melewati area kotor lintasan.

Baca Juga: Maverick Vinales Blak-blakan Soal Kontrak MotoGP 2027, Nasib di KTM Ditentukan Bahu Kiri

“Ada human error di balik hampir semua crash. Hari ini mungkin ada tailwind dan saya terlalu lama menahan rem depan,” katanya.

Meski frustrasi dengan hasil sprint race, Martin tetap yakin dirinya sebenarnya memiliki kecepatan untuk bersaing di barisan depan bahkan memperebutkan kemenangan.

“Saya rasa potensi saya hari ini adalah podium atau bertarung untuk kemenangan. Tapi semuanya sudah terjadi,” ucapnya.

Situasi Aprilia di Catalunya juga makin berat setelah rekan setim Martin, Marco Bezzecchi, mengalami penurunan performa dan hanya finis kesembilan di sprint race. 

Baca Juga: Honda Coret Joan Mir, Ducati Jadi Pelabuhan Baru Juara Dunia MotoGP 2020?

Raul Fernandez justru menjadi pembalap Aprilia terbaik setelah finis keempat.

Walau harus start dari posisi kesembilan pada balapan utama, Martin memastikan rasa percaya dirinya belum hilang.

“Yang penting bagi saya adalah merasa siap. Saat di grid saya merasa siap menghadapi apa pun. Feeling dengan motor juga bagus,” ujar Martin.

Ia optimistis masih bisa mengamankan poin besar pada balapan utama MotoGP Catalunya 2026 dan berusaha memaksimalkan peluang yang tersisa untuk mempertahankan persaingan gelar musim ini.(*)

Editor : Budi Miank
#Aprilia Racing #Sprint Race #MotoGP Catalunya 2026 #Marco Bezzecchi #Jorge Martin