PONTIANAK POST - Pebalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, melontarkan pengakuan mengejutkan setelah tampil mengecewakan pada Sprint Race MotoGP Catalunya 2026.
Juara dunia MotoGP 2021 itu mengaku merasa “sedikit bodoh” akibat kelemahan performa mesin Yamaha di lintasan lurus Barcelona.
Start dari posisi ketujuh, Quartararo sempat menjaga ritme pada awal lomba.
Baca Juga: Jorge Martin Crash 4 Kali di MotoGP Catalunya, Juara Dunia 2024 Bongkar Penyebabnya
Namun, pebalap asal Prancis tersebut perlahan kehilangan posisi hingga akhirnya finis di urutan ke-13.
Kondisi itu memperlihatkan Yamaha masih tertinggal jauh dalam hal performa akselerasi dan top speed dibanding rival-rival utama seperti KTM, Aprilia, hingga Ducati pada Sprint MotoGP Catalunya.
“Kami sudah tahu sejak awal bahwa trek lurus panjang di sini akan sangat menyulitkan. Kemarin saya merasa sedikit bodoh,” ujar Quartararo kepada Pol Espargaro dalam rider parade, seperti dikutip Crash.net.
Meski mencatat kecepatan maksimal 351,7 km/jam sepanjang Sprint Race, angka tersebut masih kalah dari motor KTM milik Pedro Acosta yang menyentuh 360 km/jam.
Aprilia juga tampil lebih kompetitif dengan kecepatan 358,8 km/jam melalui Ai Ogura, sementara Honda mencatat 357,6 km/jam lewat Diogo Moreira.
Ducati milik Francesco Bagnaia pun masih lebih unggul dengan 355,2 km/jam.
Bos tim Monster Yamaha, Massimo Meregalli, mengakui Quartararo sebenarnya tampil cukup baik saat kualifikasi dan awal Sprint Race.
Namun, kelemahan motor M1 dalam mempertahankan kecepatan membuat sang pebalap kesulitan menjaga posisi.
“Fabio tampil bagus saat kualifikasi dan memulai Sprint dengan solid, tetapi dia kesulitan mempertahankan posisinya,” kata Meregalli.
Walau terseok-seok di Sprint Race, Quartararo mampu bangkit saat sesi warm-up dengan finis kedua di belakang Joan Mir.
Namun, ia tetap khawatir kondisi lintasan balapan utama bakal lebih sulit akibat grip yang menurun.
Baca Juga: Marco Bezzecchi vs Jorge Martin Cuma Selisih 1 Poin, Cek Jadwal Lengkap MotoGP Catalunya 2026
“Saat grip masih bagus seperti pagi ini, kami bisa melaju cepat. Tetapi setelah Moto2, lintasan akan jauh lebih licin,” ucapnya.
Di tengah performa motor yang belum maksimal, Quartararo tetap mendapat dukungan besar dari fans Prancis yang memadati Catalunya bersama pendukung Johann Zarco.
“Jujur, jumlah bendera Prancis di sini luar biasa. Banyak juga yang datang mendukung Johann. Saya sangat senang,” tutur Quartararo.
Sementara itu, Zarco yang finis kelima sekaligus menjadi pebalap Honda terbaik di Sprint Race berharap balapan utama berlangsung lebih kompetitif.
“Saya ingin bertarung memperebutkan podium, tapi saat ini saya belum bisa. Kita lihat nanti di balapan utama dengan jumlah lap lebih panjang,” kata Zarco.(*)
Editor : Budi Miank