PONTIANAK POST - Marc Marquez membuat pengakuan jujur yang mengejutkan dunia MotoGP setelah kembali membalap di MotoGP Italia 2026.
Pebalap Ducati itu mengakui dirinya mungkin tidak akan pernah lagi mencapai performa terbaik seperti saat mendominasi MotoGP pada masa lalu.
Pernyataan tersebut muncul setelah Marquez menjalani operasi bahu yang berkaitan dengan gangguan saraf akibat cedera musim 2025, ditambah insiden highside di Le Mans yang menyebabkan patah kaki.
Meski berhasil kembali turun di Sirkuit Mugello dan finis ketujuh, pebalap asal Spanyol itu mengaku masih merasakan keterbatasan fisik saat mengendarai motor.
Alih-alih menargetkan perebutan gelar juara dunia musim ini, Marquez kini mengaku fokus memperpanjang kariernya di MotoGP selama mungkin.
Pengakuan itu sekaligus memunculkan tanda tanya mengenai masa depan salah satu pebalap tersukses dalam sejarah balap motor tersebut.
Dalam wawancara yang dikutip dari MOW dan dilaporkan sejumlah media MotoGP internasional, Marquez menjelaskan bahwa kondisi bahunya jauh lebih mengkhawatirkan dibanding cedera patah kaki yang dialaminya.
Baca Juga: Alex Marquez Absen di MotoGP Italia Usai Crash Horor, Gresini Resmi Turunkan Michele Pirro
"Kalau hanya soal kaki, saya sebenarnya sudah bisa balapan sejak Montmelò. Kaki saya memang belum 100 persen, tetapi itu bukan batasan utama saat mengendarai motor," kata Marquez.
Menurutnya, tujuan terbesar dari operasi yang dijalani bukan semata-mata untuk kembali menang, melainkan menghilangkan mati rasa yang selama ini mengganggu performanya di atas motor.
"Bagi saya yang paling penting adalah tidak lagi merasakan mati rasa. Sekarang lengan saya terasa berbeda dan itu merupakan tujuan utama dari operasi ini," ujarnya.
Marquez mengakui dirinya belum mengetahui sejauh mana pemulihan fisiknya dapat berlangsung. Namun ia menegaskan tidak ingin menyerah sebelum berusaha maksimal.
"Target saya adalah mencapai kondisi 100 persen setiap hari dan melihat sejauh mana saya bisa melangkah. Tidak ada yang bisa menjamin saya akan kembali seperti dulu, tetapi saya akan mencoba," ucapnya.
Pebalap berusia 33 tahun itu bahkan mengisyaratkan bahwa perburuan gelar juara dunia bukan lagi prioritas utamanya saat ini.
Baca Juga: Marc Marquez Dipastikan Comeback di MotoGP Mugello Setelah Cedera, Ducati Akhirnya Full Team Lagi
"Saya tidak ingin menyerah tanpa mencoba. Jika saya masih berada di sini, itu untuk melanjutkan karier saya. Saya ingin melihat apa yang masih bisa saya lakukan dan bagaimana kondisi fisik saya di masa depan. Saya tidak berada di sini untuk mengejar gelar juara atau sekadar mengumpulkan poin. Saya di sini untuk memiliki karier yang lebih panjang," tegasnya.
Di Mugello, Marquez sempat bersaing dengan pembalap muda KTM, Pedro Acosta, dalam perebutan posisi empat besar.
Namun keterbatasan fisik membuatnya kesulitan saat menghadapi perubahan arah cepat dan tikungan kanan sehingga harus puas finis di posisi ketujuh.
Hasil tersebut membuat Marquez kini tertinggal 102 poin dari pemuncak klasemen sementara MotoGP 2026, yaitu Marco Bezzecchi.
Baca Juga: Alex Marquez Dipastikan Absen di Balapan MotoGp Seri Mugello dan Balaton Park
Hingga GP Italia, Marquez belum sekali pun naik podium balapan utama musim ini dan baru mengoleksi dua kemenangan Sprint Race.
Situasi tersebut memicu spekulasi mengenai masa depannya bersama Ducati.
Meski beredar kabar bahwa Marquez telah menyepakati kontrak baru berdurasi dua tahun, hingga kini belum ada pengumuman resmi dari tim pabrikan asal Italia tersebut.
Sejumlah pengamat MotoGP bahkan mulai mempertanyakan berapa lama lagi Marquez akan bertahan di kelas premier.
Mantan pebalap sekaligus analis MotoGP, Neil Hodgson, sebelumnya menilai Marquez bisa mempertimbangkan pensiun apabila gagal kembali meraih kemenangan pada musim 2026.(*)
Editor : Budi Miank