PONTIANAK POST - Francesco Bagnaia akhirnya mulai menunjukkan tanda-tanda keluar dari masa sulit yang membayanginya sepanjang musim MotoGP 2026.
Setelah berbulan-bulan kesulitan beradaptasi dengan motor Ducati GP26, juara dunia dua kali itu kini disebut kembali menemukan kenyamanan yang sempat hilang dari gaya balapnya.
Sinyal kebangkitan tersebut terlihat jelas saat Bagnaia finis podium ketiga di MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello.
Baca Juga: Rumor ke VR46 Makin Panas, Toprak Yakin Nicolo Bulega Bisa Langsung Bersinar di MotoGP
Hasil itu bukan sekadar tambahan poin, melainkan momentum penting karena menjadi kali pertama dalam hampir satu tahun ia mampu mencatatkan podium beruntun di kelas premier.
Performa tersebut sekaligus menjawab kritik yang pernah dilontarkan Marc Marquez musim lalu.
Saat itu, Marquez menilai Bagnaia tampil terlalu kaku saat mengendarai motor Ducati, sesuatu yang dianggap menjadi salah satu penyebab menurunnya performa pembalap Italia tersebut.
Pengamatan serupa disampaikan mantan pembalap MotoGP, Marco Melandri.
Menurutnya, Bagnaia kini mulai kembali mengendarai motor secara alami dan lebih rileks dibandingkan beberapa bulan terakhir.
"Saya pikir sekarang dia terlihat lebih baik. Meskipun tahun lalu dia juga sempat naik podium pada beberapa balapan awal, dia terlihat kaku di atas motor dan tidak tampak seperti dirinya sendiri," kata Melandri dalam podcast Chiacchiere da Box.
Menurut Melandri, perbandingan dengan Marc Marquez selama ini juga membuat kondisi Bagnaia semakin sulit.
Pasalnya, Marquez terus meraih kemenangan saat pembalap Ducati bernomor 63 itu masih berjuang menemukan setelan yang sesuai dengan karakter berkendaranya.
"Kini dia menjadi Ducati tercepat. Saya akhirnya melihat dia kembali nyaman di atas motor, mengendarainya dengan baik dan terlihat santai. Menurut saya dia sekarang jauh lebih baik," ujarnya.
Data performa Bagnaia memang menunjukkan peningkatan signifikan.
Baca Juga: Nicolo Bulega Buka Suara soal Rumor VR46 MotoGP, Jawab Santai: Warna Apa Pun Tak Masalah
Setelah hanya mengumpulkan 13 poin dari lima seri awal musim, ia mulai bangkit dengan podium beruntun sejak MotoGP Barcelona hingga Mugello.
Di Mugello, Bagnaia bahkan sempat memimpin jalannya balapan sebelum performa ban menurun pada paruh kedua lomba.
Meski akhirnya disalip dua pembalap Aprilia, ia tetap mampu mempertahankan posisi ketiga hingga garis finis.
Melandri menilai faktor kepercayaan diri menjadi pembeda utama dalam kebangkitan Bagnaia saat ini.
Baca Juga: Cal Crutchlow Kembali Balapan di MotoGP Hungaria 2026, LCR Honda Masih Andalkan Veteran Inggris
"Dia mulai mendapatkan kembali rasa percaya dirinya karena sekarang dia melihat cahaya di ujung terowongan," katanya.
"Sebelumnya dia seperti melihat cahaya itu padam, sekarang dia melihatnya menyala lagi. Secara mental pendekatannya juga berubah."
Kendati demikian, ujian sesungguhnya baru akan datang pada MotoGP Hungaria di Sirkuit Balaton Park. Trek tersebut bukan salah satu lintasan favorit Ducati.
Musim lalu, Bagnaia hanya mampu finis kesembilan meski menggunakan motor yang akhirnya mengantarkannya menjadi juara dunia.(*)
Editor : Budi Miank