PONTIANAK POST - Spekulasi masa depan Charles Leclerc akhirnya berakhir.
Ferrari resmi mengumumkan perpanjangan kontrak pembalap asal Monako itu, sekaligus menegaskan bahwa salah satu aset terbesarnya akan tetap berseragam merah untuk beberapa musim mendatang.
Keputusan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Ferrari masih menjadikan Leclerc sebagai pusat proyek jangka panjang mereka dalam perburuan gelar juara dunia Formula 1.
Baca Juga: Setelah Dikritik Marc Marquez, Bagnaia Kini Disebut Temukan Lagi Sentuhan Juara
Bagi Leclerc sendiri, komitmen itu mempertegas ambisi yang sejak lama ia gaungkan, yakni membawa kembali mahkota juara dunia ke Maranello.
Pengumuman kontrak baru itu disampaikan menjelang balapan kandangnya di GP Monako.
Meski Ferrari tidak mengungkap durasi pasti kesepakatan tersebut, pernyataan resmi tim menyebut Leclerc akan terus membela Ferrari untuk musim-musim mendatang, yang mengindikasikan kontrak multi-tahun.
"Saya tidak bisa lebih bahagia lagi untuk melanjutkan perjalanan ini bersama Scuderia Ferrari. Bagi saya, Ferrari selalu lebih dari sekadar tim," kata Charles Leclerc dikutip dari Motosport.
Baca Juga: Rumor ke VR46 Makin Panas, Toprak Yakin Nicolo Bulega Bisa Langsung Bersinar di MotoGP
Leclerc mengaku hubungan emosionalnya dengan Ferrari telah terjalin sejak masa kecil.
Bergabung dengan tim legendaris Italia itu merupakan mimpi yang sudah lama ia kejar sebelum akhirnya menjadi kenyataan.
"Ini adalah tim yang saya cintai dan impikan sejak kecil. Setelah bertahun-tahun bersama, Ferrari telah menjadi keluarga kedua bagi saya," ujarnya.
Pembalap berusia 28 tahun itu juga menegaskan bahwa target utama belum berubah.
Meski telah melalui berbagai momen manis dan pahit bersama Ferrari, keyakinannya terhadap proyek tim justru semakin besar.
"Bersama kami telah melalui banyak momen luar biasa dan juga masa-masa sulit. Namun saya percaya kepada tim ini lebih dari sebelumnya dan saya ingin terus berjuang bersama untuk membawa gelar juara dunia kembali ke Maranello," katanya.
Baca Juga: Nicolo Bulega Buka Suara soal Rumor VR46 MotoGP, Jawab Santai: Warna Apa Pun Tak Masalah
Sejak bergabung dengan Ferrari, Leclerc telah menjadi salah satu pembalap paling konsisten dalam sejarah modern tim tersebut.
Ia kini telah mencatat 155 start bersama Ferrari dan berpeluang melampaui rekor legenda F1 Michael Schumacher yang mengoleksi 180 start bersama tim asal Italia itu.
Dari sisi statistik, Leclerc juga menempati posisi kedua dalam daftar pole position Ferrari sepanjang sejarah dengan 27 pole, hanya kalah dari Schumacher yang mengoleksi 58 pole.
Namun dari sisi kemenangan balapan, Leclerc masih mencatat delapan kemenangan, jauh di bawah torehan 72 kemenangan milik sang legenda Jerman.
Baca Juga: Cal Crutchlow Kembali Balapan di MotoGP Hungaria 2026, LCR Honda Masih Andalkan Veteran Inggris
Meski demikian, banyak pengamat menilai angka tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kemampuan Leclerc.
Dalam beberapa musim terakhir, Ferrari kerap memiliki mobil yang cepat saat kualifikasi tetapi kurang kompetitif dalam ritme balapan, membuat peluang kemenangan sering terlepas.
Kepala Tim Ferrari, Fred Vasseur, menyebut perpanjangan kontrak tersebut sebagai langkah yang sangat alami.
"Charles sudah menjadi bagian dari keluarga Ferrari selama bertahun-tahun. Perpanjangan ini terasa sebagai sesuatu yang sangat wajar bagi kami," ujar Vasseur.
Menurutnya, Leclerc telah berkembang menjadi bukan hanya salah satu pembalap terkuat di Formula 1, tetapi juga figur yang sepenuhnya memahami nilai dan identitas Ferrari.
"Kami menghargai bakatnya, menyukai determinasi yang dimilikinya dan cara dia bekerja setiap hari bersama seluruh anggota tim. Kami tahu betapa besar arti proyek ini baginya," katanya.
Perpanjangan kontrak Leclerc juga memperkuat indikasi bahwa Ferrari akan mempertahankan duet pembalap saat ini.
Sebelumnya, Lewis Hamilton mengungkapkan dirinya juga masih memiliki kontrak hingga musim 2027.
Jika tidak ada perubahan besar, Ferrari diperkirakan tetap mengandalkan kombinasi Leclerc-Hamilton dalam beberapa musim mendatang.
Konsekuensinya, talenta muda binaan Ferrari, Oliver Bearman, kemungkinan harus kembali menunggu kesempatan promosi ke tim utama.
Bagi Ferrari, mempertahankan Leclerc bukan hanya soal menjaga salah satu pembalap tercepat di grid. (*)
Editor : Budi Miank