PONTIANAK POST – Pembalap asal Spanyol, Marc Marquez, resmi memperpanjang kontraknya bersama tim pabrikan Ducati Lenovo hingga akhir musim 2028. Kesepakatan ini memastikan Marc Marquez tetap menjadi bagian utama proyek Ducati dalam menghadapi era baru MotoGP 850cc.
Marquez menyebut dirinya bangga melanjutkan perjalanan bersama tim asal Italia tersebut.
"Saya berwarna merah. Saya benar-benar bahagia dengan kesepakatan baru dengan Tim Ducati Lenovo ini dan untuk terus menjadi bagian dari keluarga ini," kata Marquez, dikutip dari laman resmi MotoGP, Selasa (23/6).
Keputusan ini sekaligus menegaskan komitmen Marquez terhadap proyek jangka panjang Ducati yang dinilai sebagai salah satu yang paling kompetitif di MotoGP saat ini.
Baca Juga: Marc Marquez Menang di MotoGP Ceko 2026, Jaga Peluang Pertahankan Gelar Dunia
Ducati Siapkan Era Baru MotoGP 850cc
Perpanjangan kontrak ini menjadi bagian penting dari persiapan Ducati menghadapi perubahan regulasi teknis MotoGP yang akan mulai berlaku pada 2027, termasuk penggunaan mesin 850cc dan ban Pirelli.
Kesepakatan baru Marquez disebut telah disetujui beberapa bulan sebelumnya, namun pengumuman resmi ditunda hingga selesainya kontrak komersial MSMA/MotoGP di Brno.
Dengan kontrak baru tersebut, Marquez diproyeksikan menjadi figur utama Ducati dalam transisi besar regulasi balap dunia.
Pedro Acosta Diproyeksikan Jadi Rekan Setim Baru
Di tengah penguatan struktur tim, Ducati juga dikabarkan menyiapkan pembalap muda Pedro Acosta sebagai rekan setim Marquez di tim pabrikan.
Langkah ini menunjukkan strategi regenerasi Ducati yang menggabungkan pengalaman Marquez dengan talenta muda di level tertinggi MotoGP.
Performa Dominan Jadi Alasan Kontrak Diperpanjang
Ducati mempertahankan Marquez tidak terlepas dari performa impresifnya sejak bergabung. Pada musim debutnya di tim resmi, ia disebut mampu menunjukkan dominasi dan kembali ke jalur perebutan gelar dunia.
Marquez bahkan dikaitkan dengan capaian rekor yang menyamai legenda MotoGP Valentino Rossi dengan tujuh gelar kelas utama.
Namun, perjalanan tersebut tidak sepenuhnya mulus. Marquez sempat mengalami cedera bahu di Sirkuit Mandalika pada akhir musim 2025 yang memunculkan keraguan terhadap kebugarannya.
Dari Keraguan Menuju Kebangkitan
Spekulasi mengenai durasi kontraknya sempat muncul, terutama terkait kondisi pemulihan saraf radial tangannya. Marquez bahkan disebut mempertimbangkan opsi kontrak satu atau dua tahun.
Namun, situasi berubah setelah ia menjalani operasi lanjutan dan kembali meraih kemenangan penting di GP Hungaria serta GP Brno.
Kemenangan tersebut memperkuat posisinya di klasemen, dengan selisih 40 poin dari pemuncak klasemen menjelang GP Assen di Sirkuit Assen.
Berdasarkan klasemen sementara MotoGP 2026 usai rangkaian seri terakhir, Marco Bezzecchi masih memimpin dengan 180 poin, disusul Jorge Martín dengan 165 poin. Fabio Di Giannantonio menempati posisi ketiga dengan 138 poin, sementara Pedro Acosta berada di urutan keempat dengan 132 poin.
Marc Márquez sendiri berada di posisi kelima dengan 115 poin, tertinggal 40 poin dari pemuncak klasemen menjelang seri berikutnya di Sirkuit Assen.
Baca Juga: Marc Marquez Juara MotoGP Hungaria 2026, Raih Kemenangan ke-100
Jalur Menuju Rekor Dunia MotoGP
Perjalanan Marc Marquez bersama Ducati disebut sebagai salah satu keputusan paling berisiko namun berhasil dalam sejarah MotoGP modern. Setelah hengkang dari Repsol Honda—tim yang membawanya meraih enam gelar dunia—Marquez sempat mengalami masa paceklik kemenangan lebih dari 1.000 hari.
Kini, dengan kontrak hingga 2028, Marquez berpeluang besar mencatat sejarah baru di MotoGP 850cc.
Pembalap bernomor 93 itu hanya membutuhkan satu gelar lagi untuk menyamai rekor delapan gelar kelas utama milik Giacomo Agostini, serta mengejar rekor 89 kemenangan milik Valentino Rossi yang masih terpaut 14 kemenangan.
Seperti diketahui, Marc Márquez tercatat sebagai salah satu pembalap tersukses dalam sejarah MotoGP dengan koleksi tujuh gelar juara dunia kelas utama dan total sembilan gelar Grand Prix di seluruh kelas balap.
Berdasarkan data resmi MotoGP, pembalap asal Spanyol itu juga mengoleksi 73 kemenangan di kelas MotoGP, dengan lebih dari 165 podium sepanjang kariernya di ajang Grand Prix.
Selain itu, Márquez juga membukukan 75 pole position serta 72 lap tercepat, menjadikannya salah satu pembalap paling dominan dalam era modern MotoGP.*
Editor : Uray Ronald