PONTIANAK POST - MotoGP 2026 sudah berjalan hingga 12 seri. Namun, Ducati masih terus tertinggal. Tiga pembalap Aprilia, Jorge Martin, Marco Bezzecchi, dan Ai Ogura, menempati tiga posisi teratas klasemen. Sedangkan pembalap Ducati terbaik, Marc Marquez, berada di posisi keempat.
Situasi itu membuat dominasi Ducati yang menguasai klasemen konstruktor dalam enam musim terakhir mulai terancam. Kabar buruknya, tidak banyak perubahan yang bisa dilakukan Ducati. Sebab, pengembangan motor Desmosedici GP26 disebut sudah mentok.
Setidaknya, itulah penilaian test rider Ducati, Michele Pirro.
“Tidak ada solusi segera untuk masalah-masalah tersebut. Kami sedang mengerjakannya, tetapi kami menganggap proyek ini sekarang sudah mencapai akhir,” ujar Pirro kepada GPOne.
Pirro memprediksi Ducati masih akan meraih kemenangan di sisa musim. Namun, performa Desmosedici GP26 akan sangat bergantung pada karakteristik masing-masing sirkuit.
“Kami telah melihat bahwa trek, kondisi, dan karakteristik sirkuit lebih menentukan dibandingkan apa pun. Jadi, saya memperkirakan kami mungkin akan kembali di Aragon. Marc bisa menjadi patokannya,” kata Pirro. “(Sementara) Misano akan sulit karena Bezzecchi cepat. Dia juga cepat tahun lalu,” lanjutnya.
Saat pengembangan Desmosedici GP26 dirasa mentok dan mencapai akhir, Ducati mulai mengalihkan fokus. Pabrikan asal Borgo Panigale itu memilih mempersiapkan motor untuk regulasi baru yang mulai berlaku tahun depan.
Selain perubahan kapasitas mesin dari 1.000 Cc menjadi 850 Cc, perangkat pengatur ketinggian motor atau ride-height device juga akan dilarang musim depan. Lalu, regulasi aerodinamika diperketat, sedangkan pemasok ban berpindah dari Michelin ke Pirelli. (ka/bas)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro