PONTIANAK POST – Marco Bezzecchi tidak menganggap pilihan ban sebagai faktor utama yang membuatnya gagal memenangi Sprint MotoGP Aragon 2026.
Pembalap Aprilia itu tetap mempertahankan keputusan menggunakan ban belakang soft dalam balapan 11 lap di Sirkuit MotorLand Aragon.
Pilihan Bezzecchi berbeda dari Marc Marquez dan Alex Marquez yang mengandalkan ban belakang medium.
Baca Juga: MotoGP Aragon 2026: Jorge Martin Finis Kelima meski Aprilia RS-GP Bermasalah Grip
Kedua pembalap tersebut kemudian mampu menyelesaikan Sprint di posisi teratas, dengan Marc Marquez keluar sebagai pemenang dan Alex Marquez finis di urutan kedua.
Meski hasil akhirnya tidak sesuai harapan, Bezzecchi menilai kekalahannya bukan semata akibat penggunaan ban soft.
Ia menolak anggapan bahwa strategi ban menjadi penyebab utama dirinya gagal mengamankan kemenangan di Sprint Aragon.
Bezzecchi harus puas finis di posisi ketiga. Pedro Acosta yang juga menggunakan ban medium bahkan mampu menempel Bezzecchi hingga garis finis.
Baca Juga: MotoGP 2027: Fabio Di Giannantonio Soroti Keunggulan Luca Marini Bersama KTM Tech3
Meski pilihan ban medium terbukti mampu mengantar Marc dan Alex Marquez menguasai dua posisi teratas, Bezzecchi tidak menganggap keputusan menggunakan ban soft sebagai kesalahan.
Menurut pembalap Italia tersebut, ban soft justru memberikan perasaan yang cukup baik sepanjang sesi.
Karena itu, ia tidak yakin mengganti ke ban medium akan membuat hasil balapannya lebih baik.
Bezzecchi bahkan menilai dirinya bisa saja mendapatkan hasil lebih buruk jika memilih ban medium.
"Untuk saya sendiri, pilihan itu sudah bagus," ujar Bezzecchi seperti dikutip dari Crash.net.
Ia mengakui setelah balapan memang mudah mengatakan ban medium merupakan pilihan yang lebih tepat. Namun, berdasarkan pengalamannya sepanjang hari, ban soft sudah bekerja sesuai ekspektasinya.
Bezzecchi justru menyoroti kejadian pada tikungan pertama sebagai salah satu momen yang merugikannya.
Baca Juga: MotoGP Aragon 2026: Marco Bezzecchi Masih Dibekap Cedera Lutut dan Tulang Selangka
Memulai balapan dari pole position, Bezzecchi melakukan pengereman terlalu awal. Kondisi tersebut dimanfaatkan Marc Marquez untuk menyalip dari sisi dalam.
Manuver Marc berlangsung bersih, tetapi Bezzecchi terdorong ke bagian luar lintasan. Alex Marquez kemudian ikut mengambil keuntungan dan berhasil merebut posisi kedua.
Bezzecchi mengakui memimpin sejak lap pertama tentu akan membantu. Namun, ia tidak yakin posisi terdepan otomatis membuat hasil akhirnya berbeda.
Menurutnya, kecepatan Aprilia memang belum cukup untuk menandingi duo Marquez pada Sprint kali ini.Meski kehilangan kemenangan setelah start dari posisi terdepan, Bezzecchi tetap melihat hasil tersebut secara positif.
Baca Juga: Menang di Silverstone, Raul Fernandez Tetap Rendah Hati soal Peluang Juara Dunia MotoGP
Ia merasa mampu berada cukup dekat dengan Marc dan Alex Marquez merupakan pencapaian penting, terutama di Aragon yang menjadi salah satu trek kuat Ducati.
"Saya menikmati balapannya," kata Bezzecchi.
Finis ketiga membuat Bezzecchi mengoleksi hasil penting dalam persaingan klasemen MotoGP. Namun, ia masih tertinggal 29 poin dari posisi teratas klasemen pembalap menjelang balapan utama pada Minggu.(*)
Editor : Budi Miank