PONTIANAK POST – Kepindahan Luca Marini ke proyek KTM untuk MotoGP 2027 mendapat sambutan positif dari rekan senegaranya, Fabio Di Giannantonio.
Pembalap Italia tersebut menyambut langkah baru Marini yang akan membuka babak berbeda dalam kariernya di kelas premier.
Marini dipastikan memperkuat tim satelit Tech3 KTM mulai musim 2027. Kepindahan tersebut menjadi perubahan besar bagi pembalap Italia itu setelah sebelumnya menjalani kiprah bersama Honda di MotoGP.
Baca Juga: MotoGP Aragon 2026: Toprak Ungkap Masalah Yamaha dan Pilih Fokus ke Motor 850cc
Di Giannantonio dan Marini memiliki perjalanan karier yang cukup mirip di kelas premier.
Keduanya sama-sama mengawali kiprah MotoGP bersama tim satelit Ducati sebelum kemudian melanjutkan perjalanan ke proyek berbeda.
Marini lebih dulu turun bersama VR46 pada 2021, sementara Diggia menyusul setahun kemudian bersama Gresini.
Setelah Marini hijrah ke tim pabrikan Honda, di Giannantonio menggantikan posisinya di VR46 dan sejak itu berhasil meraih 17 kali naik podium, termasuk kemenangan di seri Catalunya tahun ini.
Baca Juga: Cal Crutchlow Yakin Diogo Moreira Bisa Juara Dunia MotoGP, Ini Alasannya
Performa tersebut yang akhirnya membuka jalan bagi Diggia menembus tim pabrikan Red Bull KTM pada 2027, berduet bersama Alex Marquez.
Sementara itu, masa depan Marini di kelas para raja kini juga sudah aman usai resmi menjadi rekrutan perdana skuad Tech3 KTM besutan Guenther Steiner.
Menurut Diggia, kepindahan Marini adalah kabar baik bukan hanya untuknya secara pribadi, tetapi juga untuk MotoGP secara keseluruhan.
Ia mengaku senang rekannya itu tetap bertahan di kelas para raja, mengingat Marini punya andil besar membantunya bertahan di awal karier MotoGP mereka berdua.
Di Giannantonio menilai kepindahan Marini juga merupakan rekrutan yang bagus bagi KTM karena ia dianggap bisa membantu pabrikan Austria itu menyempurnakan performa motor mereka, sekaligus menyebut Marini sebagai pembalap yang sangat cepat.
Marini, yang sempat meraih dua pole position dan dua podium bersama VR46 Ducati, saat ini tercatat sebagai pembalap Honda dengan peringkat tertinggi di klasemen dunia, yakni posisi ke-11.
Baca Juga: Joan Mir Soroti Penurunan Honda di MotoGP Aragon 2026, Catatan Waktu Melorot Lebih dari 10 Detik
Kemampuan teknis Marini dalam memberikan masukan soal setingan motor juga disebut-sebut sebagai salah satu kekuatan utamanya.
Di Giannantonio mengakui dirinya cukup baik dalam memberi komentar yang presisi soal motor, namun ia menilai Marini jauh lebih unggul dalam hal itu dan mengaku banyak belajar setiap kali berlatih dan berdiskusi soal balapan bersama sang rekan.
Pembalap KTM yang akan hengkang, Pedro Acosta, turut memberikan komentar soal kepindahan Marini.
Ia menyoroti rekam jejak Marini yang pernah meraih pole position bersama VR46, tampil apik bersama Honda, serta dinilai cukup stabil sepanjang musim dalam mengembangkan motor, sehingga menurutnya KTM kini mendapatkan susunan pembalap yang solid.(*)
Editor : Budi Miank