Cal Crutchlow Sebut Marc Marquez Harus Jalani MotoGP 2026 seperti Balapan Endurance

Budi Miank • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 09:19 WIB
Marc Marquez dipastikan absen pada MotoGP Catalunya 2026 usai menjalani operasi ganda cedera bahu dan kaki. (INSTAGRAM/@marcmarquez93)
Marc Marquez bersiap menghadapi persaingan ketat perebutan gelar MotoGP 2026 bersama Ducati. (INSTAGRAM/@marcmarquez93)

PONTIANAK POST – Marc Marquez perlu mengubah pendekatan jika ingin mengamankan gelar MotoGP 2026.

Cal Crutchlow menilai pembalap Ducati itu harus menjalani persaingan musim ini layaknya balapan endurance dengan mengutamakan konsistensi.

Crutchlow menyebut Marquez tidak perlu selalu mengambil risiko atau tampil agresif dalam setiap balapan.

Baca Juga: MotoGP 2027: Fabio Di Giannantonio Pilih KTM meski Ducati Lebih Kompetitif

Menurutnya, kemampuan menjaga performa sekaligus menghindari kesalahan akan menjadi faktor penting dalam perburuan gelar juara dunia.

Crutchlow menyampaikan pandangan tersebut saat menjadi bagian dari siaran dunia MotoGP pada sesi latihan bebas Grand Prix Aragon.

Mantan pembalap MotoGP yang pernah enam tahun berada di lingkungan Honda bersama Marquez itu tetap menilai sang pembalap Ducati sebagai rider terbaik.

Mantan pembalap MotoGP yang pernah enam tahun berada di lingkungan Honda bersama Marquez itu masih menganggap pembalap Ducati tersebut sebagai rider terbaik. 

Baca Juga: 14 Podium Tanpa Kemenangan, Pedro Acosta Pegang Rekor Unik di MotoGP

Namun, ia menilai kondisi fisik Marquez membuat pendekatannya terhadap perebutan gelar harus lebih berhati-hati.

Crutchlow menduga Marquez belum sepenuhnya pulih dari operasi yang dijalaninya pada awal tahun. 

Karena itu, juara dunia bertahan tersebut diperkirakan akan memilih momen tertentu untuk menyerang.

“Dia akan memastikan berada di sana ketika dibutuhkan, berusaha tidak membuat kesalahan, dan membiarkan pembalap lain melakukan kesalahan,” ujar Crutchlow, seperti dikutip dari Crash.net

Menurut Crutchlow, Marquez baru akan benar-benar menyerang ketika peluangnya sudah jelas. 

Strategi tersebut dinilai penting agar sang pembalap tidak mengalami akhir pekan buruk yang bisa membuat perolehan poinnya anjlok.

Baca Juga: MotoGP 2027: Luca Marini Gabung KTM, Di Giannantonio Ungkap Kesamaan Karier Mereka

Crutchlow juga menilai persaingan gelar MotoGP musim ini sangat sulit ditebak. 

Ia bahkan memperkirakan juara dunia nantinya belum tentu menjadi pembalap yang paling sering menang. 

“Bisa jadi bukan pembalap yang paling banyak menang. Kejuaraan ini sangat naik turun,” kata Crutchlow. 

Ia menyoroti konsistensi Jorge Martin yang sejauh ini menjadi salah satu faktor penting dalam persaingan. 

Martin memang tidak selalu menjadi pemenang, tetapi mampu terus mengumpulkan poin ketika kesempatan datang.

Baca Juga: MotoGP Aragon 2026: Toprak Ungkap Masalah Yamaha dan Pilih Fokus ke Motor 850cc

Situasi tersebut kembali terlihat di Aragon. Martin finis dua kali di posisi kelima dan tetap memimpin klasemen. 

Sementara itu, Marquez meraih kemenangan ganda dan naik ke posisi kedua klasemen.

Setelah kemenangan di Aragon, Marquez kini mengoleksi 237 poin dan hanya tertinggal 19 poin dari Martin. 

Marco Bezzecchi berada di posisi ketiga dengan selisih lima poin dari Marquez. (*)

Editor : Budi Miank
MotoGP 2026 Cal Crutchlow Marc Marquez Jorge Martin