PONTIANAK POST – Francesco Bagnaia disarankan memanfaatkan keberadaan Marc Marquez untuk melewati periode sulit yang sedang dihadapinya di MotoGP.
Alih-alih menjaga jarak, Bagnaia justru dinilai perlu berani menghadapi rekan setimnya tersebut secara langsung.
Pandangan itu muncul dalam podcast Duralavita yang membahas situasi Bagnaia dari berbagai sudut, termasuk kondisi dan perkembangannya di luar sekadar hasil balapan.
Baca Juga: KTM Sambut Luca Marini untuk MotoGP 2027, Jadi Bagian dari Revolusi Besar Tim Oranye
Menurut analisis tersebut, Bagnaia berpotensi mendapat keuntungan lebih besar jika menjadikan Marquez sebagai acuan dalam meningkatkan performanya.
Bagnaia juga dinilai perlu melihat Marquez sebagai tolok ukur sekaligus sumber pembelajaran.
Dengan mengamati dan menghadapi juara dunia tersebut secara langsung, pembalap Italia itu diharapkan bisa menemukan cara untuk kembali meningkatkan level kompetitifnya.
Alih-alih menjaga jarak, pembalap Italia tersebut disarankan memanfaatkan persaingan dengan Marquez untuk membangun kembali kepercayaan dirinya.
Baca Juga: Cal Crutchlow Sebut Marc Marquez Harus Jalani MotoGP 2026 seperti Balapan Endurance
Salah satu sorotan utama podcast tersebut adalah karakter Bagnaia yang dianggap terlalu kalem untuk menghadapi tekanan sebesar MotoGP.
Juara dunia MotoGP dua kali itu disebut mampu tampil dominan ketika semuanya berjalan sempurna.
Namun, ketika harus terlibat dalam pertarungan keras, Bagnaia dinilai belum memiliki ketahanan mental seperti Marquez atau Valentino Rossi.
Masalahnya bukan mengenai bakat. Bagnaia tetap dipandang sebagai pembalap kelas dunia.
Tantangan terbesarnya adalah bagaimana menjadi sosok pemimpin yang benar-benar dominan di tengah tekanan besar.
Bayang-bayang Rossi juga disebut masih terasa. Meski sudah mengoleksi beberapa gelar juara dunia, Bagnaia dinilai belum sepenuhnya mengambil posisi sebagai penerus Rossi di mata publik Italia.
Baca Juga: MotoGP 2027: Fabio Di Giannantonio Pilih KTM meski Ducati Lebih Kompetitif
Kehadiran Marquez di tim Ducati kemudian semakin mengubah keseimbangan kekuatan di dalam garasi.
Marquez dinilai memiliki pengaruh politik yang sangat kuat. Bahkan, sejumlah keputusan terkait masa depannya disebut mampu memengaruhi bursa pembalap MotoGP.
Tekanan terhadap Bagnaia sebenarnya sudah muncul sebelum keduanya berbagi garasi.
Saat Bagnaia sedang berjuang mempertahankan gelar, pertanyaan mengenai siapa yang akan menjadi rekan setimnya terus bermunculan.
Baca Juga: 14 Podium Tanpa Kemenangan, Pedro Acosta Pegang Rekor Unik di MotoGP
Situasi tersebut dianggap membuat Bagnaia semakin sulit membangun otoritas sebagai pemimpin tim.
Alih-alih menjadikan Marquez sebagai masalah, Bagnaia justru disarankan menjadikannya guru sekaligus lawan.
Bagnaia masih memiliki pengalaman, usia, serta status sebagai juara dunia. Karena itu, ia dinilai memiliki modal untuk bangkit dengan mempelajari cara Marquez menghadapi tekanan.
Bagnaia disebut memiliki lebih banyak keuntungan jika terus berada dekat dengan Marquez dibandingkan mencoba menjauh dari rival tersebut.
Ironisnya, persaingan tersebut tidak akan berlangsung lama di garasi Ducati.
Bagnaia akan meninggalkan Ducati dan melanjutkan karier bersama Aprilia pada 2027, bergabung dengan Marco Bezzecchi.(*)
Editor : Budi Miank