PONTIANAK POST - Nicolò Bulega semakin dekat dengan kepindahan ke MotoGP setelah tampil luar biasa bersama Ducati di World Superbike (WSBK).
Pembalap Italia itu baru saja mendominasi akhir pekan balapan di Magny-Cours. Bulega memenangkan balapan restart dan kembali menunjukkan kecepatan yang membuatnya menjadi salah satu pembalap paling dominan di WSBK musim 2026.
Masa depannya juga semakin jelas. GPOne melaporkan bahwa pengumuman mengenai kepindahan Bulega ke kelas premier dijadwalkan keluar sebelum MotoGP San Marino di Misano.
Baca Juga: Cedera Bahu Belum Pulih, Maverick Vinales Dipastikan Lewatkan MotoGP Misano 2026
Bulega diproyeksikan naik ke MotoGP bersama VR46 Ducati pada musim 2027. Sebelum benar-benar meninggalkan WSBK, ia masih memiliki ambisi besar, yakni memenangkan balapan kandang di Cremona.
Belajar Banyak dari Toprak
Bulega tidak menutup mata bahwa Toprak Razgatlioglu menjadi salah satu rival yang paling memberinya pelajaran.
Keduanya terlibat dalam persaingan sengit di WSBK musim lalu.
Menurut Bulega, duel melawan Toprak membuatnya berkembang sebagai pembalap.
Baca Juga: Ai Ogura Disebut Mirip Dani Pedrosa, Crutchlow Soroti Cara Pembalap Trackhouse Panaskan Ban MotoGPo
Ia bahkan mengaku kembali teringat pertarungan tersebut setelah melihat Toprak tampil kuat di lintasan.
Namun, Bulega menegaskan dirinya memiliki karakter berbeda ketika mengendarai motor.
Ia mengaku agresif, tetapi tidak menggunakan gaya yang sama dengan Toprak.
“Saya berkendara agresif, tetapi tidak dengan cara yang sama seperti Toprak.”
Perbedaan paling mencolok, menurut Bulega, terdapat pada cara mereka melewati tikungan.
Pembalap Ducati itu merasa dirinya lebih kuat ketika mempertahankan kecepatan di bagian tengah tikungan.
Baca Juga: Francesco Bagnaia Diminta Tak Hindari Marc Marquez, Jadikan Rekan Setim sebagai Tolok Ukur di MotoGP
Karakter tersebut diyakininya bisa menjadi keuntungan ketika mengendarai motor MotoGP.
Merasa Gaya Balap Cocok dengan MotoGP
Bulega memiliki alasan tersendiri mengapa dirinya cukup percaya diri menghadapi tantangan MotoGP.
Menurutnya, perkembangan teknologi aerodinamika membuat pembalap harus memiliki kecepatan tinggi ketika berada di bagian tengah tikungan.
Karakter tersebut dianggap sesuai dengan gaya balapnya.
Baca Juga: KTM Sambut Luca Marini untuk MotoGP 2027, Jadi Bagian dari Revolusi Besar Tim Oranye
Karena itu, Bulega menilai gaya balapnya mungkin lebih cocok dengan motor MotoGP dibandingkan karakter yang dimiliki Toprak.
Meski demikian, ia tidak menganggap perpindahan dari WSBK ke MotoGP akan berjalan mudah.
Bulega juga sudah mendapatkan pengalaman awal dengan motor MotoGP Ducati melalui sesi pengujian.
Tes berikutnya dijadwalkan berlangsung di Mugello sebelum balapan WSBK di Cremona.
Menariknya, Bulega juga masih ingin menikmati persaingan di WSBK sebelum benar-benar fokus ke petualangan barunya.
Baca Juga: Cal Crutchlow Sebut Marc Marquez Harus Jalani MotoGP 2026 seperti Balapan Endurance
Ia mengaku ingin kembali terlibat dalam duel sengit seperti yang pernah terjadi saat menghadapi Toprak.
Namun, ketika mampu menemukan ritmenya sendiri dan unggul beberapa detik dari rival, kemenangan tetap menjadi hasil yang paling memuaskan. (*)
Editor : Budi Miank