PONTIANAK POST - Kondisi fisik Marc Marquez ternyata jauh lebih serius dari yang terlihat.
Salah satu dokter yang menangani pembalap Ducati itu mengungkap bahwa lengan kanan sang juara dunia tidak akan pernah kembali normal setelah menjalani tujuh operasi.
Dokter tersebut adalah Samuel Antuna, salah satu ahli bedah yang terlibat dalam rangkaian operasi pada lengan dan bahu kanan Marquez.
Baca Juga: Nicolò Bulega Pede Gaya Balapnya Cocok untuk MotoGP, Sindir Gaya Toprak?
Antuna bahkan mengatakan kondisi lengan Marquez saat ini sulit dipercaya secara medis.
Meski mengalami keterbatasan fisik, pembalap Spanyol itu masih mampu bersaing di level tertinggi MotoGP.
Lengan Marc Marquez Tak Akan Normal Lagi
Marquez menjalani serangkaian operasi sejak mengalami cedera parah pada 2020.
Masalah tersebut membuatnya kehilangan sebagian besar musim selama beberapa tahun dan sempat menghadapi kemungkinan mengakhiri karier lebih awal.
Baca Juga: Cedera Bahu Belum Pulih, Maverick Vinales Dipastikan Lewatkan MotoGP Misano 2026
Meski begitu, Marquez berhasil bangkit dan merebut gelar juara dunia 2025.
Namun, perjuangan fisiknya belum selesai. Pada 2026, ia kembali mengalami masalah pada bahu dan lengan kanannya, termasuk operasi terbaru untuk mengatasi saraf radial yang tertekan akibat material logam dari operasi sebelumnya.
Antuna mengatakan kondisi lengan Marquez sudah sangat berbeda dibandingkan pembalap normal.
Dokter tersebut bahkan menilai jika Marquez merupakan atlet dari cabang olahraga lain, keterbatasan fisik yang dialaminya bisa membuat karier profesional jauh lebih sulit untuk dilanjutkan.
Meski demikian, Marquez terus berusaha mengimbanginya dengan latihan fisik yang lebih keras dan menyesuaikan gaya balap dengan kondisi tubuhnya sekarang.
Baca Juga: Ai Ogura Disebut Mirip Dani Pedrosa, Crutchlow Soroti Cara Pembalap Trackhouse Panaskan Ban MotoGPo
Otot Bahu Kanan Mengalami Perubahan
Perubahan kondisi fisik Marquez terlihat jelas dalam foto latihan yang ia unggah di media sosial.
Bahu dan lengan kanannya tampak lebih kecil dibandingkan sisi kiri.
Menurut Antuna, kondisi tersebut bukan karena Marquez kehilangan otot, melainkan akibat berbagai operasi yang membuat otot harus dimanipulasi, dilepas, dan ditempatkan kembali.
Akibatnya, sejumlah otot mengalami atrofi dan tidak lagi bekerja secara optimal.
Kekuatan pada lengan kanan, khususnya bagian bisep, juga disebut jauh lebih terbatas dibandingkan lengan kirinya.
Kondisi tersebut turut menjelaskan mengapa Marquez beberapa kali mengalami kesulitan ketika mengendarai motor di tikungan kanan.
Baca Juga: Francesco Bagnaia Diminta Tak Hindari Marc Marquez, Jadikan Rekan Setim sebagai Tolok Ukur di MotoGP
Pada MotoGP Inggris di Silverstone, Marquez bahkan mengaku tidak memiliki kontrol penuh terhadap lengan kanannya dan merasa kondisi fisiknya tidak cukup baik untuk memaksimalkan performa.
Tetap Bisa Menang Meski Tubuh Terbatas
Yang membuat kondisi ini semakin luar biasa adalah Marquez masih mampu bersaing dalam perebutan gelar MotoGP 2026.
Setelah mengalami kesulitan di Silverstone, ia justru tampil sangat kuat di Aragon dan meraih kemenangan Sprint serta Grand Prix.
Hasil tersebut menunjukkan kemampuan Marquez beradaptasi dengan keterbatasan fisiknya.
Antuna pun mengaku sulit memahami bagaimana Marquez masih bisa terus memenangkan balapan dengan kondisi lengan seperti sekarang.
Baca Juga: KTM Sambut Luca Marini untuk MotoGP 2027, Jadi Bagian dari Revolusi Besar Tim Oranye
Bagi Marquez, keterbatasan tersebut tidak menjadi alasan untuk menyerah.
Ia terus membangun kekuatan otot, mengatur energi sepanjang akhir pekan balapan, serta menyesuaikan gaya berkendara demi mempertahankan peluang meraih gelar.
Dengan tujuh operasi di lengan dan bahu kanan, perjalanan Marquez kini bukan sekadar pertarungan melawan rival di lintasan.
Ia juga harus terus melawan keterbatasan tubuhnya sendiri demi mengejar gelar juara dunia ke-10.(*)
Editor : Budi Miank