PONTIANAK POST - Hubungan Fabio Quartararo dan Yamaha memasuki fase paling panas setelah drama yang terjadi pada MotoGP Aragon.
Keduanya memang masih harus bekerja sama hingga akhir musim 2026.
Namun, dengan Quartararo sudah memastikan pindah ke Honda pada 2027, ditambah rasa frustrasi terhadap perkembangan motor Yamaha.
Baca Juga: Ai Ogura Ingin Balik Gas di Misano, Tapi Dokter Belum Kasih Lampu Hijau untuk MotoGP
Crash MotoGP Podcast bahkan secara khusus membahas keretakan hubungan Quartararo dan Yamaha setelah akhir pekan di Aragon.
Musim terakhir Quartararo bersama Yamaha sejauh ini jauh dari kata ideal.
Juara dunia MotoGP 2021 tersebut telah terbuka mengenai hilangnya motivasi karena performa Yamaha yang belum kunjung membaik.
Bahkan, rentetan tanpa kemenangan Quartararo bersama Yamaha sudah berlangsung sejak Juli 2022.
Baca Juga: MotoGP Misano 2026 Siap Digelar, Jorge Martin, Marc Marquez, dan Bezzecchi Berebut Podium
Masalah semakin rumit karena Yamaha sedang berusaha melakukan transisi besar dengan proyek mesin V4.
Alih-alih langsung memberikan solusi, motor baru tersebut justru belum mampu membawa Yamaha kembali ke barisan terdepan.
Kondisi itu membuat hubungan Quartararo dengan tim semakin renggang.
Quartararo sendiri sudah mengambil keputusan untuk meninggalkan Yamaha dan bergabung dengan Honda mulai musim 2027.
Yamaha secara resmi mengonfirmasi bahwa kerja sama dengan sang juara dunia akan berakhir setelah musim ini.
Situasi kemudian meledak di Aragon.
Baca Juga: Nicolò Bulega Pede Gaya Balapnya Cocok untuk MotoGP, Sindir Gaya Toprak?
Quartararo tampil frustrasi sepanjang akhir pekan dan kembali kesulitan bersaing dengan para pembalap terdepan.
Sebelumnya, ia bahkan menggambarkan performanya di Aragon sebagai sesuatu yang sangat buruk, meski kondisi tersebut sebenarnya sudah ia perkirakan.
Masalah bukan hanya soal hasil balapan.
Ada persoalan hubungan kerja antara Quartararo dan Yamaha yang membuat suasana di garasi semakin tidak nyaman.
Baca Juga: Cedera Bahu Belum Pulih, Maverick Vinales Dipastikan Lewatkan MotoGP Misano 2026
Yang membuat situasi makin rumit, Quartararo masih merupakan salah satu aset penting Yamaha untuk pengembangan motor.
Namun, dengan masa depannya sudah berada di Honda, kepentingan pembalap dan tim mulai tidak sepenuhnya sejalan.
Setelah MotoGP Aragon, kalender 2026 masih menyisakan sembilan seri.
Artinya, Quartararo dan Yamaha masih harus berbagi garasi dalam waktu yang tidak sebentar sebelum akhirnya benar-benar berpisah.
Bagi Yamaha, sembilan seri tersebut penting untuk mengumpulkan sebanyak mungkin data sebelum memasuki era baru MotoGP.
Sementara bagi Quartararo, setiap balapan menjadi kesempatan terakhir untuk meninggalkan Yamaha dengan hasil yang lebih baik setelah bertahun-tahun membela pabrikan asal Jepang tersebut.
Baca Juga: Ai Ogura Disebut Mirip Dani Pedrosa, Crutchlow Soroti Cara Pembalap Trackhouse Panaskan Ban MotoGPo
Quartararo bergabung dengan proyek Yamaha MotoGP pada 2019 dan kemudian mempersembahkan gelar juara dunia 2021.
Selama bersama Yamaha, ia mencatat 11 kemenangan dan 32 podium.
Sayangnya, kisah indah itu kini memasuki bab terakhir.
Mulai musim depan, Quartararo akan membuka lembaran baru bersama Honda.
Baca Juga: Francesco Bagnaia Diminta Tak Hindari Marc Marquez, Jadikan Rekan Setim sebagai Tolok Ukur di MotoGP
Keputusan tersebut menjadi taruhan besar bagi pembalap Prancis itu.
Ia berharap perubahan lingkungan bisa membangkitkan kembali motivasi sekaligus membuka peluang untuk kembali bersaing di papan atas.
Sementara itu, Yamaha harus menghadapi kenyataan bahwa pembalap yang pernah menjadi wajah utama proyek mereka akan pergi tepat ketika tim sedang membangun motor V4.
Jadi, pertanyaannya bukan lagi apakah Quartararo dan Yamaha akan berpisah.(*)
Editor : Budi Miank