Joan Mir Bicara soal 16 Crash di MotoGP 2026, Rider Honda Tegaskan Tahu Cara Hindari Terus Jatuh

Budi Miank • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 10:06 WIB
Joan Mir saat membela Honda HRC di MotoGP 2026. (INSTAGRAM/@joanmir36official)
Joan Mir saat membela Honda HRC di MotoGP 2026. INSTAGRAM/@joanmir36official)

PONTIANAK POST – Joan Mir memberikan penjelasan mengenai tingginya jumlah kecelakaan yang dialaminya sepanjang MotoGP 2026.

Pembalap Honda tersebut mengakui gaya balapnya membuat ia harus mengambil banyak risiko, tetapi tetap merasa mampu mengendalikan motor dengan baik.

Mir tercatat sebagai salah satu pembalap dengan jumlah crash terbanyak di grid musim ini.

Baca Juga: Pedro Acosta Punya Target Kalahkan Marc Marquez pada Tes Pertama Bersama Ducati Lenovo MotoGP 2027

Bersama Jorge Martin, pembalap asal Spanyol tersebut telah mengalami 16 kali jatuh sepanjang kompetisi MotoGP 2026.

Catatan tersebut kembali menjadi sorotan karena banyak insiden Mir terjadi saat balapan berlangsung.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa sering mengambil risiko bukan berarti dirinya tidak memahami cara mengendarai motor tanpa harus terus berakhir di aspal.

Catatan Mir bahkan lebih panjang jika ditarik ke belakang. Sejak bergabung dengan Honda, ia telah mengalami 79 crash dalam 69 Grand Prix, atau rata-rata lebih dari satu insiden setiap balapan. 

Baca Juga: Jorge Martin Unggul 19 Poin atas Marc Marquez, Tetap Tak Mau Terlena Jelang MotoGP Misano

Namun, Mir punya alasan mengapa dirinya begitu sering mengambil risiko. 

Menurut Mir, sebagian kecelakaan terjadi karena dirinya berusaha memaksimalkan motor Honda yang belum mampu memberinya kecepatan konsisten. 

Ia menyebut setiap crash memiliki penyebab berbeda. Ada yang terjadi akibat kontak dengan pembalap lain, tetapi ada pula yang murni karena dirinya memaksakan performa motormelewati batas. 

“Banyak kecelakaan terjadi karena mencoba mendapatkan lebih banyak dari motor daripada yang sebenarnya bisa diberikan,” kata Mir. 

Mir juga merasa situasi tersebut berkaitan dengan rasa laparuntuk mendapatkan hasil. 

Setelah pernah menjadi juara dunia, ia tahu dirinya mampu bersaing di depan dan sulit menerima ketika motor tidak memberinya kesempatan yang sama. 

Baca Juga: Franco Morbidelli Tinggalkan VR46 Usai MotoGP 2026, Nicolò Bulega Jadi Kandidat Pengganti

Menurutnya, tidak konsisten meraih hasil bisa membuat seorang pembalap kehilangan motivasi. 

Namun dalam kasusnya, kondisi tersebut justru membuatnyasemakin berani mengambil peluang.

Masalahnya, keberanian tersebut kadang datang bersama bonus yang tidak diinginkan, yakni gravel trap. 

Perbandingan dengan rekan setimnya, Luca Marini, juga menarik. Marini hanya mencatat 13 crash dalam 51 Grand Prix bersama Honda sejak 2024. Bahkan, hanya tiga di antaranya terjadi dalam balapan. 

Baca Juga: MotoGP Tolak Madring Madrid, Sirkuit F1 Ini Dinilai Belum Layak untuk Balapan Motor Dunia

Mir menyadari perbedaan pendekatan tersebut. Namun, Mir menegaskan Honda tetap menghargai pembalap yang berusaha mencari batas maksimal. 

“Saya juga tahu bagaimana cara berkendara dengan cara lain,tanpa jatuh,” ujarnya. 

Bagi Mir, masalahnya bukan sekadar bagaimana menghindari crash. Ia tidak ingin terbiasa berkendara lebih lambat hanya demi menyelesaikan balapan. 

Menurutnya, ketika seorang pembalap memiliki kecepatan, berkendara lebih lambat memang mudah. 

Sebaliknya, ketika motor tidak memiliki performa yang cukup, memaksanya melaju lebih cepat jauh lebih sulit. 

Karena itu, Mir memilih pendekatan “never settle”. Ia ingin terus mendorong dirinya agar menjadi pembalap yang lebih baik, meski konsekuensinya terkadang berakhir di gravel. 

Baca Juga: Yamaha Depak Xavi Vierge, Jack Miller Tinggal Selangkah Lagi Pindah dari MotoGP ke WorldSBK

Musim 2026 juga menjadi tahun terakhir Mir bersama Honda. 

Mulai MotoGP 2027, juara dunia 2020 tersebut akan bergabung dengan Gresini Racing dan mengendarai Ducati. 

Perpindahan tersebut menjadi kesempatan bagi Mir untuk membuka lembaran baru setelah empat musim yang penuh tantangan bersama Honda.(*)

Editor : Budi Miank
MotoGP 2026 Gresini honda Joan Mir