PONTIANAK POST – MotoGP San Marino 2026 akan menjadi momen emosional bagi Franco Morbidelli.
Pembalap Italia tersebut bersiap menjalani seri kandang terakhirnya di Sirkuit Misano sebelum mengakhiri kiprah bersama Pertamina Enduro VR46 Racing Team.
Morbidelli mengingat kembali masa sulit saat melakoni debut di MotoGP pada 2018.
Baca Juga: Alex Rins Tinggalkan MotoGP Setelah 14 Tahun, Pastikan Bangun Karir di Balap Mobil Tahun Depan
Ketika itu, ia sempat khawatir kehilangan tempat setelah kesulitan mendapatkan hasil positif pada musim pertamanya di kelas premier.
Posisi Morbidelli di VR46 akan digantikan Nicolo Bulega. Morbidelli diperkirakan bertukar posisi dengan pembalap Ducati tersebut dan bergabung dengan Aruba.it Ducati di World Superbike (WSBK) musim depan.
Situasi tersebut membuat Morbidelli kembali mengingat musim debutnya. Ketika itu, ia berstatus juara dunia Moto2, tetapi hanya mampu menempati posisi ke-15 klasemen MotoGP.
"Saya takut meninggalkan MotoGP pada 2018. Ketika bergabung, hasil tidak kunjung datang. Jika hasil tidak muncul, terutama pada tahun pertama, Anda akan merasa takut," ujar Morbidelli, dikutip dari Crash.net.
Baca Juga: Alex Marquez dan Fermin Aldeguer Berjuang Tuntaskan MotoGP 2026 dalam Kondisi Cedera
Menurut Morbidelli, pengalaman tersebut membuatnya belajar menghadapi ketidakpastian. Ia mengaku kini mampu mengesampingkan rasa takut yang sebelumnya memengaruhi dirinya.
"Saya belajar selama bertahun-tahun untuk mengesampingkan rasa takut," katanya.
Karier Morbidelli kemudian berkembang pesat setelah bergabung dengan Petronas Yamaha.
Ia meraih tiga kemenangan MotoGP, termasuk kemenangan pertamanya di Misano, dan finis sebagai runner-up Kejuaraan Dunia 2020.
Namun, perjalanan berikutnya tidak selalu mulus.
Setelah promosi ke tim pabrikan Yamaha menggantikan Maverick Vinales, Morbidelli mengalami periode sulit hingga finis di posisi ke-19 klasemen pada 2022.
Baca Juga: Usai Sapu Bersih Aragon, Marc Marquez Prediksi MotoGP Misano Akhir Pekan Ini Bakal Lebih Sulit
Morbidelli menyebut 2022 sebagai musim tersulit dalam kariernya, meski ia tidak menutup kemungkinan musim 2026 juga menjadi salah satu periode terberat.
Pembalap berusia 31 tahun itu juga mengakui dirinya telah mengalami perubahan besar sejak debut.
Jika pada usia 23 tahun balap motor masih dianggapnya seperti permainan, kini ia merasa jauh lebih profesional dan berdedikasi sebagai atlet.(*)
Editor : Budi Miank