PONTIANAK POST - KTM mengungkap salah satu masalah teknis terburuk yang mereka alami di MotoGP setelah tujuh mesin mengalami kerusakan dalam satu periode pada musim 2026.
Direktur KTM Motorsport, Pit Beirer, menyebut persoalan tersebut sebagai salah satu masa paling berat bagi pabrikan Austria.
Masalah mesin bahkan berkaitan dengan aspek keselamatan pembalap sehingga KTM harus mengambil langkah darurat.
Baca Juga: Augusto Fernandez Bawa Yamaha 850 Tercepat dalam Tes MotoGP di Barcelona
Menurut Beirer, kerusakan terjadi pada beberapa mesin yang digunakan pembalap KTM, termasuk Brad Binder dan Pedro Acosta.
Namun, Acosta disebut lebih beruntung karena hanya kehilangan satu mesin akibat masalah tersebut.
"Secara total, kami memiliki tujuh mesin yang meledak dalam periode tertentu," kata Beirer dikutip dari laman resmi MotoGp.
Masalah tersebut membuat KTM harus berkoordinasi dengan pemasok untuk mengetahui penyebab kerusakan.
Baca Juga: Bezzecchi Kuasai MotoGP Misano, Marc Marquez dan Jorge Martin Dihadapkan Masalah Pilihan Ban
Tim juga diminta memberikan data terkait nomor batch dan nomor seri mesin yang bermasalah.
KTM akhirnya dapat meminta persetujuan untuk melakukan perubahan setelah menunjukkan bahwa persoalan tersebut berasal dari kegagalan kontrol kualitas, bukan akibat perubahan desain.
Selain itu, KTM harus membuktikan bahwa masalah tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengurangi performa mesin dan memiliki risiko terhadap keselamatan pembalap.
Beirer mengakui KTM memang sempat khawatir terhadap keselamatan pembalap akibat persoalan tersebut.
Masalah tersebut juga berdampak terhadap performa KTM. Sejak MotoGP di Mugello, pabrikan tersebut mengurangi performa motor dengan menggunakan mesin yang lebih lama dan memiliki jarak tempuh lebih tinggi.
Beirer menjelaskan KTM tidak sekadar menurunkan batas putaran mesin pada unit yang bermasalah.
Baca Juga: MotoGP 2026 Jadi Musim Terakhir Lima Pembalap Veteran dengan 25 Kemenangan
"Masalahnya terlalu besar," ujar Beirer ketika ditanya apakah persoalan tersebut dapat diselesaikan hanya dengan mengurangi RPM.
Menurutnya, solusi yang lebih efektif adalah mengganti mesin bermasalah dengan unit lama yang sudah memiliki jarak tempuh tinggi.
Keputusan tersebut membuat KTM harus mengelola persediaan mesin dengan lebih hati-hati.
Jika mesin yang tersisa harus digunakan lebih lama dari rencana awal, hal itu berpotensi memberikan dampak terhadap performa sepanjang musim.
Baca Juga: Di Giannantonio Akui Belum Sempurna, Marc Marquez Jadi Panutan di MotoGP Misano 2026
Kabar positifnya, KTM telah memperbaiki sumber masalah tersebut.
Tim juga disebut berpeluang mendapatkan kembali sekitar 500 RPM untuk MotoGP San Marino di Misano.
Pedro Acosta datang ke Misano setelah meraih podium di Aragon dan berada di posisi keenam klasemen sementara MotoGP 2026.(*)
Editor : Budi Miank