PONTIANAK POST – Luca Marini harus bekerja keras mempertahankan posisinya saat menghadapi Fabio Di Giannantonio pada MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano, Minggu (13/9/2026).
Pembalap Honda itu mengerahkan seluruh kemampuan untuk meredam tekanan rider VR46 Ducati tersebut.
Marini bahkan bergurau bahwa Di Giannantonio mungkin sudah membencinya setelah dibuat kesulitan selama sekitar 15 lap.
Baca Juga: Crash di MotoGP San Marino, Marco Bezzecchi Bantah Tertekan untuk Menang di Kandang
Namun, pertahanan tersebut akhirnya runtuh pada fase akhir balapan setelah Marini kehilangan posisi dari Di Giannantonio dan Enea Bastianini.
Marini pun harus puas finis di posisi ketujuh. Ia menjelaskan bahwa bertahan sekuat tenaga merupakan satu-satunya strategi yang bisa diterapkan untuk mempertahankan posisi di depan Di Giannantonio.
"Saya memberikan segalanya untuk menahan Diggia. Pasti dia membenci saya," ujar Marini seusai balapan.
Namun, pertahanan Marini akhirnya runtuh setelah ban belakang Honda RC213V mengalami masalah.
Baca Juga: Fermin Aldeguer Gagal Raih Hasil Sesuai Target Usai Duel Sengit dengan Pedro Acosta di MotoGP Misano
Sekitar delapan lap sebelum finis, Marini merasakan getaran besar pada ban belakang karena ban mengalami pergeseran pada pelek.
Kondisi tersebut membuat Marini tidak lagi bisa memiringkan motor secara optimal.
Ia masih berusaha bertahan, tetapi Di Giannantonio akhirnya dapat melewatinya dengan mudah. Bastianini kemudian ikut menyalip Marini.
Di Giannantonio menanggapi candaan Marini dengan santai. Pembalap Italia itu menilai pertahanan Marini sepenuhnya wajar karena Honda memang membutuhkan hasil bagus di balapan kandang mereka.
Menurut Diggia, duel tersebut berlangsung secara adil.
Ia sendiri juga mengalami masalah pada sistem pengereman sehingga tidak bisa memaksimalkan kecepatan motornya untuk menyalip Marini.
Baca Juga: Marc Marquez Dianggap Mampu Bawa Ducati Selevel Aprilia di MotoGP, Di Giannantonio Ungkap Alasannya
"Saya sebenarnya bisa lebih cepat, tetapi tidak bisa lebih cepat," kata Di Giannantonio.
Di Giannantonio mengakui Marini tampil sangat baik ketika bertahan.
Ia melihat pembalap Honda tersebut terus mendorong motornya hingga batas kemampuan untuk mempertahankan posisi.
Marini akhirnya tetap menjadi satu-satunya pembalap Honda yang berhasil menyelesaikan balapan MotoGP San Marino.
Baca Juga: Marc Marquez Kalahkan Bezzecchi di Sprint MotoGP Misano, Pangkas Jarak di Klasemen Dunia
Ia finis tepat di depan Fabio Quartararo dan Brad Binder.
Marini menilai masalah ban belakang tersebut berkaitan dengan karakteristik lintasan Misano yang memiliki grip tinggi, kondisi panas, serta tenaga besar motor MotoGP.
Ia menganggap masalah tersebut sebagai sesuatu yang dapat terjadi ketika ban bekerja sangat keras.
Meski kehilangan posisi pada akhir balapan, Marini tetap puas dengan penampilannya.
Ia merasa mampu tampil lebih cepat dibandingkan rekan-rekan setimnya sepanjang akhir pekan di Misano.(*)
Editor : Budi Miank