PONTIANAK POST - Pembalap LCR Honda, Diogo Moreira, harus mengakhiri balapan MotoGP San Marino 2026 lebih awal setelah terjatuh di Tikungan 4 pada lap ketiga.
Hasil tersebut membuat pembalap asal Brasil itu kecewa karena timnya baru menemukan perkembangan penting pada setelan motor.
Moreira sebelumnya finis di posisi ke-11 pada Sprint Race setelah mengawali akhir pekan dari posisi ke-15 dalam kualifikasi.
Baca Juga: Jorge Martin Ungkap Masalah Lengan yang Menggagalkan Peluang Menang di MotoGP San Marino
Pada balapan utama, ia sebenarnya merasa motor Honda RC213V tampil lebih baik setelah perubahan yang dilakukan tim pada sesi pemanasan.
Perubahan tersebut terutama menyasar sektor ketiga Sirkuit Misano yang selama akhir pekan menjadi salah satu bagian paling sulit bagi Moreira.
Sektor itu mencakup Tikungan 11 berkecepatan tinggi serta beberapa tikungan berikutnya menuju hairpin.
Menurut Moreira, LCR Honda berhasil membuat motor lebih stabil sehingga dirinya lebih mudah mempertahankan kecepatan di sektor tersebut.
Perubahan pada setelan mekanis dan elektronik disebut menjadi kunci peningkatan performa.
Baca Juga: Bagnaia Ungkap Alasan Terus Terjatuh di MotoGP: Saya Tetap Push Sampai Batas Akhir
“Pagi ini kami akhirnya menemukan sesuatu di sektor tiga. Saya merasa sangat baik pada lap pertama dan bisa menyalip beberapa pembalap,” kata Moreira, dikutip dari Crash.net.
Namun, peluang untuk membuktikan peningkatan itu berakhir ketika Moreira mengalami kecelakaan pada lap ketiga.
Ia mengaku sulit memahami penyebab insiden karena merasa tidak sedang memaksakan motor ketika memasuki Tikungan 4.
Moreira menyebut kecelakaan tersebut menjadi bagian dari proses adaptasinya sebagai rookie MotoGP.
Meski kecewa gagal menyelesaikan balapan, ia memilih mengambil pelajaran dari akhir pekan di Misano.
“Kami baru menemukan sesuatu pada hari terakhir. Kami harus terus seperti ini dan akan lebih baik tahun depan,” ujarnya.(*)
Editor : Budi Miank