Diggia Bicara Persaingan Ducati dan Aprilia, Karakter Sirkuit Bukan Satu-Satunya Penentu MotoGP

Budi Miank • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 08:39 WIB
Fabio Di Giannantonio merayakan kemenangan dramatis di MotoGP Catalunya 2026.(INSTAGRAM/@fabiodiggia49)
Fabio Di Giannantonio dari VR46 Racing Team saat menjalani MotoGP 2026.(INSTAGRAM/@fabiodiggia49)

PONTIANAK POST – Fabio Di Giannantonio melihat persaingan Ducati dan Aprilia di MotoGP 2026 tidak hanya ditentukan oleh karakter masing-masing sirkuit.

Pembalap VR46 tersebut menilai kemampuan rider dalam mengoptimalkan performa motor juga menjadi faktor penting di setiap lintasan.

Ducati dan Aprilia memang terlibat persaingan ketat sepanjang musim. Aprilia RS-GP disebut memiliki keunggulan pada tikungan cepat dan mengalir, sementara Ducati GP26 lebih kuat ketika menghadapi lintasan dengan karakter stop-and-go.

Baca Juga: Alasan Alex Rins Mundur di MotoGP Misano, Rider Yamaha Itu Sempat Alami Gejala Mirip Migrain Parah

Menurut Di Giannantonio, perbedaan karakter motor tersebut membuat peran pembalap tetap penting.

Kemampuan rider dalam menyesuaikan gaya berkendara dan memaksimalkan potensi motor di setiap sirkuit menjadi bagian dari persaingan kedua pabrikan Italia tersebut.

Kondisi itu kemudian memunculkan anggapan bahwa kalender MotoGP dapat terbagi menjadi sirkuit yang lebih cocok untuk Aprilia atau Ducati.

Namun, Di Giannantonio tidak sepenuhnya sependapat dengan teori tersebut.

Baca Juga: Nicolò Bulega Bandingkan Ban Michelin dengan Makan Pakai Tangan Kiri Jelang MotoGP 2027

Menurut Di Giannantonio, performa Marc Marquez menjadi salah satu bukti bahwa karakter sirkuit tidak selalu menjadi faktor penentu. 

Pembalap Ducati itu mencatat lima kemenangan dalam tujuh balapan terakhir sebelum Grand Prix Austria.

"Menurut saya, mencari sirkuit yang menguntungkan Ducati atau Aprilia adalah sesuatu yang sangat diminati kalian para jurnalis, sama seperti dulu saya sering mendengar orang berbicara tentang 'sirkuit Honda' atau 'sirkuit Yamaha'," ujar Di Giannantonio.

Ia menilai kedua pabrikan memiliki pembalap dengan kemampuan tinggi sehingga hasil akhir juga bergantung pada bagaimana masing-masing tim bekerja terhadap motornya.

"Ada pembalap luar biasa di kedua pabrikan, dan siapa yang melakukan pekerjaan terbaik akan menang. Itulah kenyataannya," katanya.

Di Giannantonio kemudian menambahkan bahwa Aprilia telah menunjukkan performa bagus di sejumlah sirkuit. 

Baca Juga: MotoGP 2027 Mulai Dipanaskan, Bulega dan Aldeguer Satu Garasi dengan Marc Marquez di Austria

Namun, menurutnya, Marquez telah membungkam anggapan bahwa karakter lintasan secara otomatis menentukan hasil.

Di Giannantonio sebelumnya menjadi salah satu pembalap Ducati dengan performa paling konsisten pada paruh pertama musim. 

Namun, ia belum kembali naik podium dalam balapan Minggu sejak kemenangan di Grand Prix Catalunya pada Mei.

Di Misano, ia start dari posisi keempat tetapi kehilangan beberapa posisi setelah start dan akhirnya finis ketujuh, lebih dari 20 detik di belakang Marquez yang memenangi balapan.

Baca Juga: Fabio Quartararo Hadapi Masalah Bahan Bakar di Misano, Yamaha Cemas Jelang MotoGP Austria

Meski hasil terakhir belum sesuai harapan, Di Giannantonio menegaskan kecepatannya cukup kompetitif di berbagai sirkuit.

"Kami menunjukkan kecepatan yang bagus, bahkan sering kali sangat bagus, di setiap sirkuit," ujar Di Giannantonio.

Menjelang MotoGP Austria, ia mengaku tetap percaya diri meski beberapa hasil buruk membuat suasana sempat negatif. 

Di Giannantonio saat ini berada di posisi keempat klasemen dunia dan berharap dapat kembali menunjukkan kecepatannya pada balapan berikutnya.(*)

Editor : Budi Miank
MotoGP 2026 Fabio Di Giannantonio Ducati Marc Marquez