PONTIANAK POST - Marc Marquez ternyata menghadapi masalah serius saat menjalani balapan utama MotoGP Austria 2026.
Di balik hasil finis kelima di Red Bull Ring, pembalap Ducati tersebut mengungkap bahwa rem depan motornya bermasalah sejak awal balapan.
Masalah itu bahkan membuat Marquez nyaris kehilangan kendali ketika memasuki Tikungan 1.
Baca Juga: Marc Marquez Akui Pedro Acosta Favorit MotoGP Austria, Fokus Ducati Tetap pada Performa Sendiri
Ia terpaksa melebar setelah tuas rem depan tiba-tiba tidak memberikan tekanan seperti yang diharapkan.
Kondisi itu menjadi salah satu alasan mengapa Marquez gagal mempertahankan peluang podium.
Padahal, sebelum balapan dimulai, performa Ducati Desmosedici miliknya cukup menjanjikan.
Marquez start dari posisi kedua dan sempat menunjukkan kecepatan yang memungkinkan dirinya bersaing di barisan depan. Namun, persoalan teknis membuat jalannya balapan berubah drastis.
Baca Juga: MotoGP 2027 Mulai Dipanaskan, Bulega dan Aldeguer Satu Garasi dengan Marc Marquez di Austria
Rem Depan Tidak Konsisten Sejak Lap Awal
Marquez menjelaskan bahwa persoalan bukan sekadar kehilangan sedikit performa pengereman. Titik gigitan tuas rem depan berubah-ubah di setiap pengereman, sehingga ia kesulitan mengetahui seberapa besar respons rem ketika memasuki tikungan.
Kondisi paling menegangkan terjadi ketika ia memasuki Tikungan 1. Saat mengerem seperti biasanya, Marquez merasakan tuas rem seolah tidak memberikan tekanan.
“Ketika saya melakukan kesalahan di Tikungan 1, saya mengerem dan remnya kosong; tidak ada apa-apa. Karena itu saya melebar sangat jauh,” ujar Marquez dikutip dari The Rice (21/9).
Situasi tersebut membuatnya harus kehilangan sejumlah posisi. Setelah sempat berada di posisi keempat, Marquez akhirnya turun hingga posisi ketujuh sebelum perlahan menemukan kembali ritmenya.
Sempat Berpikir Tidak Bisa Melanjutkan Balapan
Yang lebih mengejutkan, Marquez mengaku sempat berpikir untuk menghentikan balapan karena masalah tersebut.
“Hari ini kami sangat beruntung, karena pada suatu titik dalam balapan saya berpikir, ‘Oke, saya tidak bisa melanjutkan,” ungkapnya.
Baca Juga: Pedro Acosta Hentikan Pengejaran Marc Marquez, Pilih Amankan Podium di MotoGP Misano
Namun, situasi kemudian berubah. Dari satu lap ke lap berikutnya, performa rem mulai kembali dan posisi tuas menjadi lebih konsisten.
Marquez pun kembali mendapatkan kepercayaan diri untuk mendorong Ducati miliknya.
Ia akhirnya mampu merebut kembali beberapa posisi dan menyelesaikan balapan di urutan kelima.
Marquez Sebut Podium Sebenarnya Terbuka
Menurut Marquez, hasil tersebut bukan gambaran sebenarnya dari potensi kecepatannya di Austria. Ia menilai posisi kedua atau ketiga masih mungkin diraih jika persoalan rem tidak muncul.
Baca Juga: Crash di MotoGP San Marino, Marco Bezzecchi Bantah Tertekan untuk Menang di Kandang
“Hari ini posisi maksimal adalah kedua atau ketiga, tetapi pada akhirnya kami finis kelima,” kata Marquez.
Marquez finis 7,339 detik di belakang Pedro Acosta, yang merebut kemenangan MotoGP pertamanya di Austria.
Hasil tersebut membuat Marquez kehilangan poin penting dalam persaingan klasemen, sementara Jorge Martin kembali memimpin dengan keunggulan 12 poin atas Marquez setelah akhir pekan Austria.
Data Telemetri Jadi Kunci Ducati
Meski kecewa kehilangan peluang podium, Marquez melihat satu sisi positif.
Menurutnya, masalah rem tersebut terekam dengan jelas melalui data sehingga Ducati dapat melakukan analisis untuk mencari penyebab dan solusi.
“Hal positifnya adalah masalah itu terlihat jelas pada data, jadi mereka bisa menganalisisnya dan mencoba mencari solusi untuk masa depan,” ujar Marquez.
Baca Juga: Bezzecchi Sempat Bikin Kesalahan Saat Time Attack, Aprilia Tetap Puas dengan Hasil MotoGP Austria
Kini perhatian Ducati dan Marquez beralih ke seri berikutnya. Dengan persaingan kejuaraan yang semakin ketat, persoalan teknis seperti di Austria menjadi sesuatu yang harus segera dipahami sebelum memasuki rangkaian balapan berikutnya.
Editor : Khoiril Arif Ya'qob