Satu pengendara sepeda motor terjebak saat jembatan gantung penghubung antara Desa Peniti Besar dan Peniti Dalam I itu putus. Penyelamatan terhadap korban dan sepeda motornya berlangsung dramatis.
Dengan menggunakan perahu, warga mendatangi TKP untuk menyelamatkan korban yang berpegangan pada besi jembatan agar tak tercebur ke sungai. Sementara sepeda motor korban tampak miring tertahan pagar jembatan gantung. Setelah beberapa saat, korban dan sepeda motor berhasil dievakuasi ke daratan.
“Sebenarnya sudah ada dipasang plang jembatan hanya untuk pejalan kaki. Mengingat, kondisi jembatan yang sudah tua sehingga berisiko jika dilalui kendaraan,” kata warga setempat, Juniek Can, Kamis (10/11) pagi.
Juniek yang juga Ketua I Badan Pemadam Kebakaran Segedong (BPKS) itu mengungkapkan, belakangan ini jembatan gantung kerap dilalui kendaraan sepeda motor lantaran akses utama jembatan besar di sekitar Pasar Segedong sedang dilakukan pekerjaan perbaikan.
“Selama ini, jembatan gantung hanya untuk pejalan kaki, bukan untuk kendaraan. Namun, berhubung jembatan utama sedang dalam perbaikan maka pengendara sepeda motor melewati jembatan gantung untuk mempercepat jarak tempuh,” tuturnya.
Akibatnya fatal, baut penarik jembatan gantung putus lantaran tak mampu menahan beban kendaraan yang melintas diatasnya. Hingga pagi (Kamis) ini, akses jembatan gantung tak dapat dipergunakan masyarakat. Sebagian badan jembatan terjuntai ke sungai.
“Informasinya akan turun petugas dari Pemkab Mempawah untuk melihat kondisi jembatan. Kita berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan jembatan agar lebih kokoh dan aman untuk lalu lintas masyarakat,” harapnya. (wah) Editor : Misbahul Munir S