Kapolres Sanggau, AKBP Ade Kuncoro Ridwan ketika dikonfirmasi membenarkan temuan tersebut. Dikatakannya, bayi tersebut ditemukan sekira pukul 08.40 WIB oleh dua orang siswa.
"Yang menemukan siswa di MIS Fadhilah Kembayan. Untuk penanganan secara medis, saat ini diserahkan kepada petugas di Puskesmas Kembayan," katanya, Selasa (29/11).
Dari laporan anggotanya, dua siswa yang menemukan bayi tersebut yakni siswa kelas 5 atas nama Putri Suhairuyati dan siswa kelas 6 atas nama Pansa Raida Nas Hifa. Keduanya langsung memberitahukan kepada guru di sekolah tersebut untuk kemudian melaporkan kepada kepolisian.
"Jadi saat ditemukan dalam kondisi masih hidup. Tali pusar bayi juga masih ada. Temuan ini sudah ditindaklanjuti oleh anggota dengan melakukan penyelidikan dan mencari pelaku pembuangan bayi tersebut," ungkapnya.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sanggau, AKP Sulastri mengatakan bayi tersebut ditemukan oleh siswa yang sedang bermain. Saat ditemukan, bayi tersebut masih hidup. Kemudian dibawa ke Puskesmas Kembayan. Namun, nyawa sang bayi tidak tertolong dan meninggal dunia saat sedang perawatan medis.
"Iya, yang menemukan siswa di sekolah itu. Ditemukannya di area dalam sekolah tepatnya dekat dengan tembok. Jadi pas siswa ini sedang bermain mereka melihat ada kantong kresek, ketika didekati ternyata ada bayi di dalamnya dalam kondisi masih hidup. Tapi, akhirnya nyawa bayi tidak tertolong saat masih dalam perawatan medis," ungkapnya via sambungan seluler.
Dikatakan Sulastri, kasus penemuan bayi tersebut masih dalam penyelidikan pihaknya untuk mencari ibu dari bayi malang tersebut. "Kami masih lakukan penyelidikan dan mencari ibu dari bayi tersebut," ujarnya. (sgg) Editor : Yulfi Asmadi