Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ombak Besar Terjang Pantai Kura-Kura, Puluhan Pondok Lesehan Luluh Lantak

Misbahul Munir S • Selasa, 27 Desember 2022 | 10:25 WIB
KEMBALI RAMAI: Penumpang pesawat tiba di Bandara Supadio beberapa waktu lalu. Tren penerbangan kini sudah kembali bergairah dan jumlah penumpang terus meningkat.  DOK
KEMBALI RAMAI: Penumpang pesawat tiba di Bandara Supadio beberapa waktu lalu. Tren penerbangan kini sudah kembali bergairah dan jumlah penumpang terus meningkat. DOK
BENGKAYANG - Cuaca ekstrem yang terjadi di sebagian wilayah Kalimantan Barat beberapa hari terakhir menyebabkan abrasi pantai dan meluluh lantakan puluhan pondok lesehan di lokasi wisata Pantai Kura-Kura, Kabupaten Bengkayang.

Anisa, salah satu pemilik pondok mengatakan, kejadian itu terjadi pada Kamis (22/12) malam. Saat itu hujan deras disertai angin kencang dan susul ombak yang terus menerus.

“Suaranya bergemuruh seperti mobil besar lewat. Tak putus-putus,” kata Anisa menceritakan kejadian itu.

Anisa memang belum lama bermukim di kawasan wisata itu. Meskipun ia lahir dan besar di daerah tersebut, namun baru dua tahun terakhir ia mendirikan warung dan pondok lesehan di kawasan wisata tersebut.

Anisa mengaku, selama tinggal di kawasan tersebut, ia belum pernah melihat ombak besar seperti yang terjadi pada malam itu. “Baru kali ini lah ombak sebesar itu. Sebelum-sebelumnya tidak pernah,” terangnya.

Anisa sendiri harus kehilangan delapan pondok lesehan yang berada tepat di seberang warung miliknya. “Punya saya ada delapan pondok. Belum lagi milik pedagang lainnya,” kata dia.

Hal senada juga diungkapkan Saleh (73). Saleh merupakan salah satu saksi hidup perjalanan objek wisata Pantai Kura-Kura.

Sebelum dibuka menjadi tempat wisata, Pantai Kura-Kura dulunya merupakan daerah penambangan pasir. Pasir pantai dikeruk dan dijual.

Bahkan, jalan yang ada saat ini, kata Saleh merupakan jalan yang ketiga. “Dulu di sini pasirnya dikeruk dan dijual. Sehari ada 50 an truk pasir. Belum lagi malam hari. Dulu jalannya bukan di sini, tapi di sana, sekitar 50 meter dari jalan yang sekarang,” kata dia sembari menunjuk arah ke pantai.

Menurut Saleh, dirinya juga terlibat program penghijauan pantai bersama warga yang lain. Menanam cemara.

“Dulu saya ikut program penghijauan pantai. Menanam Cemara. Cemara yang kami tanam juga tumbang,” bebernya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Data dan Informasi, Stasiun Meteorologi kelas I Supadio mengatakan, curah hujan yang terjadi di sebagian besar di wilayah Kalimantan Barat, seperti Sambas, Singkawang, Bengkayang, Mempawah dan Pontianak, tercatat curah hujan antara 90-103 mm.

Dikatakan Sutikno, curah hujan tersebut masuk dalam kategori hujan lebat hingga sangat lebat.

Sehingga sebagian besar wilayah terdampak banjir, di antaranya Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak dan Kabupaten Sambas.

Menurutnya, saat ini hujan lebat masih terjadi di sebagian besar wilayah Kalbar, hingga kabupaten Landak, Sanggau, Sekadau, dan diprakirakan akan terus meluas hingga Kabupaten Melawi , Sintang, Kapuas Hulu, Kayong Utara dan Ketapang.

Selain faktor curah hujan lebat juga terjadi pasang air laut maksimum. Namun pantauan saat ini pasang air laut sudah dalam fase surut sehingga diprakirakan wilayah yang saat ini terdampak banjir akan segera surut.

Sedangkan tinggi gelombang sebelah barat wilayah Kalbar masih kategori tinggi hingga sangat tinggi, sehingga para nelayan/masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah barat Kalbar agar mewaspadai dan berhati-hati.

Selain itu pasang air laut maksimum, periode 23-29 Desember 2022, diprakirakan masih cukup tinggi, 1,8 meter hingga 1,9 meter.

“Pasang air laut periode ini adalah pasang air laut tertinggi pada tahun ini. Sehingga wilayah yang biasa terdampak banjir rob agar mewaspadai terjadi genangan,” paparnya.

Dikatakan Sutikno, pada periode 25-30 Desember 2022, diprakirakan kondisi cuaca dominan panas dan berawan, perlu diwaspadai potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sebagian besar wilayah di Kalimantan Barat. (arf) Editor : Misbahul Munir S
#Puluhan Pondok Lesehan #Pantai Kura-Kura #Luluh Lantak #terjang #Ombak Besar