Ketua Badan Pemadam Kebakaran Segedong (BPKS), Juniek Can membenarkan informasi kejadian itu. Juniek mengungkapkan bahwa rumah penangkaran walet itu terletak di RT 021/RW 005, Desa Peniti Dalam II.
“Informasi yang masuk sekitar pukul 17.05 WIB. Langsung ditindaklanjuti dengan mendatangi TKP kebakaran,” terang Juniek.
Setibanya di TKP, lanjut dia, bangunan penangkaran walet milik korban bernama Abdullah alias Dol Sayur itu telah terbakar. Amukan si jago merah tampak membakar bangunan dua lantai itu.
“Bangunan yang terbakar dua lantai. Lantai satu tempat tinggal korban, sedangkan lantai dua tempat penangkaran walet. Jadi yang terbakar lantai dua, sehingga kita mencoba menyelamatkan bangunan lantai bawah agar tidak ikut terbakar,” ujarnya.
Setelah beberapa waktu berjibaku, dikatakan Juniek, upaya petugas damkar dibantu warga untuk memadamkan api di bawah guyuran hujan akhirnya berhasil.
“Api berhasil dikendalikan dengan baik. Bangunan rumah penangkaran walet di lantai dua roboh total. Sedangkan rumah lantai bawah berhasil diselamatkan dari kebakaran,” tuturnya.
Terkait penyebab kebakaran, Juniek mengatakan berdasarkan informasi yang diperolehnya diduga bangunan penangkaran walet tersebut tersambar petir, sehingga memicu percikan api dan membakar bangunan tersebut.
“Saat itu turun hujan cukup deras disertai petir. Diduga, bangunan penangkaran walet ini disambar petir hingga akhirnya terbakar,” pendapatnya.
Kepala Desa Peniti Dalam II terpilih, Agustono, mengaku prihatin dengan musibah yang terjadi di lingkungan masyarakatnya. Dia mendoakan agar para korban bencana kebakaran diberikan kesabaran dan ketabahan.
“Pastinya kita sangat prihatin dengan musibah kebakaran ini. Mudah-mudahan korban kebakaran tetap sabar dan ikhlas menerima takdir dari Allah Ta’ala,” ucapnya.
Dikatakan Agustono, dalam sepakan ini sudah ada dua kasus kebakaran di lingkungan masyarakat Desa Peniti Dalam II. Sebelumnya, sebuah tempat tinggal milik warga ludes terbakar.
“Sebelum kebakaran penangkaran walet ini, sekitar 2 – 3 hari lalu ada juga rumah warga di Desa Peniti Dalam II terbakar,” ujarnya.
Karena itu, Agustono mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian terhadap lingkungannya. Terutama, dia berpesan agar mengantisipasi terjadinya musibah kebakaran agar tidak terulang lagi.
“Kami mengimbau masyarakat agar memperhatikan lingkungan tempat tinggal. Terutama menyangkut jaringan listrik maupun hal-hal yang dapat menyebabkan korsleting listrik hingga memicu kebakaran,” pungkasnya. (wah) Editor : Misbahul Munir S