Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Teror Buaya Jungkat Memakan Korban

Misbahul Munir S • Senin, 17 Juli 2023 | 10:25 WIB
PAWAI TAARUF: Mobil hias kontingen Mempawah menampilkan replika gabungan bangunan Masjid Agung Al-Falah dan Rumah Budaya Melayu, pada pawai taaruf MTQ ke-30 Kalbar di Kabupaten Ketapang, yang dibuka, Sabtu (5/11) lalu. ISTIMEWA
PAWAI TAARUF: Mobil hias kontingen Mempawah menampilkan replika gabungan bangunan Masjid Agung Al-Falah dan Rumah Budaya Melayu, pada pawai taaruf MTQ ke-30 Kalbar di Kabupaten Ketapang, yang dibuka, Sabtu (5/11) lalu. ISTIMEWA
Ariski Ditemukan Tewas Usai Digigit Buaya

JUNGKAT – Ariski (13), remaja warga Jalan Parit Kebayan, Desa Jungkat, Kecamatan Jungkat, tewas digigit buaya saat mencari kerang remis di Pantai Pulau Panjang. Sempat menghilang hampir 24 jam, jenazah bungsu dari empat bersaudara itu berhasil ditemukan Minggu (16/7) sekitar pukul 08.30 WIB.

Serangan buaya yang dialami Ariski bermula ketika dirinya bersama kakeknya, Budin (60) pergi ke Pulau Panjang dengan menggunakan sampan kato, Sabtu (15/7) pagi. Kakek dan cucu ini berniat mengumpulkan kerang remis di pinggir pantai Pulau Panjang di sekitaran Muara Jungkat.

Setibanya di pantai, korban dan kakeknya memungut kerang remis. Korban yang sedang mencari kerang, seketika mendapatkan serangan dari seekor buaya. Korban digigit dan ditarik ke dalam air oleh reptil mematikan itu. Seketika, tubuh kecil Ariski hilang tenggelam bersama predator sungai itu.

Sang kakek berusaha memberikan pertolongan, namun tak dapat berbuat banyak. Meski sempat mencari-cari keberadaan korban, Ariski tak kunjung ditemukan. Akhirnya, Budin mengabarkan kejadian itu kepada warga dan petugas setempat.

Dalam waktu sekejap, puluhan warga bersama petugas dari Tim SAR, Polairud Polres Mempawah, Polsek Jongkat, Polairud Polda Kalbar, dan lainnya melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi serangan buaya. Namun, hingga sore, pencarian tak membuahkan hasil.

Minggu (16/7) pagi, pencarian korban Ariski kembali dilakukan. Sekitar pukul 08.30 WIB, warga berhasil menemukan tubuh Ariski mengapung di permukaan air di Nipah Serumpun, Desa Wajok, atau sekitar 50 meter dari lokasi serangan buaya di pinggir Pantai Pulau Panjang.

Sejumlah warga bergegas mengevakuasi korban dari dalam air. Dengan menggunakan sampan, korban langsung dibawa ke dermaga yang telah ditunggu ratusan sanak keluarga dan warga. Mereka sejak semalam menanti kepulangan korban Ariski.

Isak tangis pecah saat jenazah korban tiba di dermaga. Pihak keluarga langsung membawa jenazah korban ke Puskesmas Jongkat untuk dilakukan visum oleh tim medis. Setelah proses pemeriksaan, korban pun disemayamkan di rumah duka di Jalan Parit Kebayan, Desa Jongkat.

“Hasil pemeriksaan tim medis, ditemukan luka gigitan di sejumlah bagian tubuh korban. Dilihat dari lukanya seperti gigitan buaya,” terang Mulyadi.

“Bekas gigitan terlihat di bagian dada, punggung, dan paha sebelah kanan. Bagian hidung mengeluarkan darah,” ujarnya menambahkan.

Saat ini, kata Kapolsek, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan. Dia mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sungai agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi serangan buaya.

“Kita berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Jangan sampai ada lagi warga yang menjadi korban serangan buaya. Maka, kita minta masyarakat agar waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di sungai,” pesannya mengakhiri.

Kepala Basarnas Pontianak, I Made Junetra, menambahkan, setelah pencarian hari pertama belum menemukan korban, pada hari kedua tim SAR gabungan melakukan perluasan pencarian mencapai radius 2 Nautical Mile.

"Pada hari ini (kemarin, Red) Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian terhadap korban, kali ini radius pencarian kita perluas mencapai 2 Nautical Mile," ungkap dia.

Junetra melanjutkan bahwa metode pencarian hari kedua dengan melakukan pencarian permukaan.

"Kami (tim SAR gabungan) menggunakan aqua eye (alat pencari di bawah air) untuk memprediksi lokasi korban. Selain itu pencarian juga menggunakan rigid inflatable boat, speed boat, motor air, dan sampan milik masyarakat," terangnya.

Junetra menuturkan bahwa korban telah ditemukan tim SAR gabungan.

"Setelah dilakukan pencarian selama dua hari korban tenggelam akibat gigitan buaya akhirnya ditemukan. Tim SAR gabungan menemukan korban berada 1,62 Nautical Mile dari lokasi terakhir dan sudah dalam keadaan meninggal dunia," pungkas dia. (wah) Editor : Misbahul Munir S
#memakan korban #buaya muara #Buaya jungkat