PORAK-PORANDA: Seorang ibu melintas di depan sebuah bangunan yang ambruk akibat dilanda gempa di Marrakesh.
Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa
JAKARTA - Gempa bumi dahsyat yang melanda Maroko dilaporkan menewaskan seribuan orang. Sebagaimana dilansir Aljazeera tadi malam, magnitude gempa tersebut mencapai 6.8. Institut Geofisika Nasional Maroko menganggap gempa ini sebagai gempa terkuat yang pernah melanda negara itu dalam satu abad terakhir.
Jumlah korban tewas akibat peristiwa ini sedikitnya 1,037 orang, dan lebih dari 1.200 orang lainnya luka-luka. Sejumlah bangunan kuno juga hancur berantakan. Jumlah korban diprediksi masih akan terus bertambah. Tim SAR masih sibuk mencari korban yang tertimbun reruntuhan.
Kementerian Dalam Negeri Maroko menyebutkan, gempa antara lain menghantam Provinsi Al Haouz, Ouarzazate, Marrakesh, Azilal, Chichaoua and Taroudant.
Guncangan terjadi pada Jumat (8/9) malam sekitar pukul 11.00. Diperkirakan episenter gempa berada di pegunungan Atlas, sekitar 75km dari Marrakesh, kota terbesar keempat di Maroko, dengan kedalaman 18,5 km.
Reuters melaporkan, setelah terjadi gempa, warga memilih tidur di luar karena takut gempa susulan. Menara masjid yang merupakan situs Warisan Dunia UNESCO di alun-alun Jemaa el-Fna jantung kota tua Marrakesh telah runtuh akibat gempa. Seorang warga kota tersebut menggambarkan kondisi kota yang porak-poranda akibat gempa dan orang-orang melarikan diri demi keselamatan masing-masing.
“Kami harus segera berlari setelah gempa kuat terjadi. Saya masih tidak bisa tidur di dalam rumah karena kota tua terdiri dari rumah-rumah tua. Kalau ada yang jatuh, maka yang lain ikut roboh,” kata Jaohari Mohammed.
Televisi lokal juga menayangkan gambar puing-puing yang tergeletak di mobil-mobil yang hancur. Sejumlah video yang beredar di media sosial menangkap kondisi sesaat setelah gempa dan menunjukkan warga tumpah ruah ke jalan. Media lokal mengatakan bahwa beberapa bangunan, termasuk tembok merah terkenal yang mengelilingi kota tua di Marrakesh dan berstatus Warisan Dunia UNESCO juga rusak.
Angkatan Bersenjata Kerajaan Maroko mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengarahkan masyarakat ke wilayah-wilayah yang aman agar terhindar dari gempa susulan.
PBB melalui juru bicaranya Stephane Dujarric siap membantu pemerintah Maroko dalam usahanya membantu masyarakat yang terkena dampak. Selain itu, pemerintah di seluruh dunia juga menyatakan solidaritas mereka menawarkan bantuan kepada pemerintah Maroko.
Televisi Spanyol melaporkan getaran hebat gempa juga dirasakan sampai di Huelva dan Jaen di Andalusia, Spanyol selatan.
Sementara itu, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengatakan bahwa hingga kini tidak ada laporan mengenai warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban gempa di Maroko.
“Tidak ada informasi adanya korban WNI,” kata Judha melalui pesan singkat Sabtu (9/9).
Menurut Judha, KBRI Rabat telah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan komunitas Indonesia. Delegasi Indonesia di Marakesh yang saat ini menghadiri The 10th International Conference on UNESCO Global Geoparks 2023 di Maroko juga dalam kondisi aman.
KBRI Rabat akan terus memantau perkembangan situasi di Maroko dan berkoordinasi dengan berbagai pihak tentang kemungkinan adanya WNI yang terdampak. Judha menyebutkan bahwa ada sekitar 500 WNI saat ini yang tinggal menetap di Maroko.
Kemlu RI juga menyediakan nomor kontak darurat yang dapat dihubungi WNI untuk meminta bantuan pada nomor hotline KBRI Rabat di nomor +212 661095995
Terpisah, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada masyarakat Maroko usai diguncang gempa.
“Saya turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya kepada masyarakat Maroko setelah gempa tragis tersebut,” kata Presiden Jokowi melalui akun resminya di platform media sosial X (sebelumnya bernama Twitter).
Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pikiran dan doa masyarakat Indonesia bersama para korban, keluarga korban, dan semua pihak yang terdampak bencana gempa tersebut. (*/jp/ant)