PONTIANAK POST - Warga Gang Nirmala, Jalan DI Panjaitan geger, karena salah seorang warganya yakni Tjhin Tet Kiong ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung dengan seutas tali di dalam rumahnya. Rabu pagi (5/2).
Korban diduga mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, karena mengalami depresi.
Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Jatmiko, membenarkan kasus bunuh diri tersebut.
Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi atas nama, Siti Rohani (46), saat itu ia pergi ke rumah korban untuk membeli gas elpiji. Namun ketika dipanggil, tidak ada jawaban dari dalam rumah.
Karena tak ada jawaban, lanjut Jatmiko, saksi menemui adik korban untuk menanyakan keberadaan abangnya dan didapat informasi jika korban ada di dalam rumah.
"Karena curiga, saksi lalu mengintip dari jendela samping dan terlihat korban sudah dalam posisi tergantung di ruang tengah menggunakan seutas tali plastik warna putih," kata Jatmiko.
Jatmiko menuturkan, melihat hal itu saksi langsung memberi tahu warga dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Pontianak Selatan.
Jatmiko menerangkan, setelah menerima informasi kasus bunuh diri tersebut, pihaknya langsung mendatangi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim Identifikasi Polresta Pontianak.
Jatmiko mengatakan, ketika tim identitas datang dan dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban, terdapat tanda leher korban memanjang, ditemukan jejas melebar diakibatkan tali alat gantung diri, kemudian tangan mengepal, celana dalam bau pesing.
"Di TKP, tim juga menemukan pijakan kursi sebagai pijakan gantung diri dimana hal tersebut menunjukkan ciri ciri korban gantung diri," terang Jatmiko.
Jatmiko mengatakan, setelah dilakukan olah TKP terhadap jenazah korban langsung dibawa ke rumah sakit Anton Sudjarwo untuk dilakukan visum dan penanganan lebih lanjut.
"Dari keterangan para saksi yang bersangkutan kesehariannya berjualan dan mengkonsumsi obat depresi (penenang," terang Jatmiko.
Jatmiko mengungkapkan, penyebab korban gantung diri dimungkinkan kerena korban mengalami depresi namun keluarga tidak mengetahui penyebabnya. (adg)
Editor : Miftahul Khair