Setelah Puluhan Tahun Gelap, Desa Manggang Landak Akhirnya Nikmati Listrik PLN

Novantar Ramses Negara • Dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 | 15:40 WIB
Proses penyalahaan listrik oleh Anggota DPR RI F. Sibarani, bersama GM PLN UID Kalbar Maria Goretti Indrawati Gunawan, dan Kepala Desa Manggang Akiong (Ramses/Pontianak Post)
Proses penyalahaan listrik oleh Anggota DPR RI F. Sibarani, bersama GM PLN UID Kalbar Maria Goretti Indrawati Gunawan, dan Kepala Desa Manggang Akiong (Ramses/Pontianak Post)

PONTIANAK POST – Setelah puluhan tahun hidup tanpa aliran listrik, warga Desa Manggang, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, akhirnya bisa menikmati penerangan listrik dari PLN. Penyalaan listrik dilakukan langsung oleh Anggota DPR RI F. Sibarani bersama GM PLN UID Kalbar dan jajaran, Selasa (7/4) siang. Kehadiran listrik pun disambut haru oleh warga karena membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari.

Anggota DPR RI F. Sibarani mengatakan, kehadirannya bersama PLN merupakan bagian dari upaya mengawal program pemerintah dalam menghadirkan listrik hingga ke pelosok desa. Program ini merupakan arahan dari Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, agar tidak ada lagi desa yang gelap di Indonesia pada 2029.

“Ini bentuk komitmen pemerintah agar seluruh desa bisa menikmati listrik. Desa Manggang menjadi salah satu yang kini sudah merasakan manfaatnya setelah sekian lama belum teraliri,” ujarnya.

Ia menambahkan, percepatan elektrifikasi desa terus dilakukan, termasuk di Kalimantan Barat yang masih memiliki ratusan desa belum berlistrik. DPR RI, kata dia, akan terus mengawal agar program tersebut berjalan sesuai target.
"Masih ada 600 dan ditargetkan tahun 2030 sudah dialiri listrik," imbuhnya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria Goretti Indrawati Gunawan, menjelaskan bahwa proses menghadirkan listrik di wilayah pedesaan bukan perkara mudah. Selain membutuhkan investasi besar, tantangan utama juga terletak pada akses infrastruktur.

“Untuk pembangunan jaringan listrik, kami membutuhkan dukungan infrastruktur,” jelasnya.

Namun, di Desa Manggang pembangunan jaringan bisa diselesaikan relatif cepat karena kondisi akses jalan yang mendukung. Dalam waktu kurang dari dua bulan, jaringan listrik berhasil dibangun hingga ke dusun-dusun.

Kepala Desa Manggang, Akiong, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya listrik di desanya. Ia mengatakan, selama ini warga harus bertahan dengan keterbatasan penerangan.

“Dulu masyarakat hanya pakai pelita atau genset. Sekarang sudah bisa menikmati listrik dari PLN, tentu ini sangat membantu,” ungkapnya.

Menurutnya dengan hadirnya listrik, warga diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga kualitas hidup secara keseluruhan. Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk menggunakan listrik secara bijak agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. (mse)

Editor : Hanif
menteri esdm landak pelosok desa listrik pln