PLTM Setanggi 5 MW Bengkayang Didorong Perkuat Energi Terbarukan Kalbar, Manfaatkan Aliran Sungai

Uray Ronald • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 16:59 WIB
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Barat 1 (UPP KLB 1) meninjau progres pembangunan Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Setanggi berkapasitas 2 x 2,5 megawatt (MW) di Desa Lembang, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang. (PLN)
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Barat 1 (UPP KLB 1) meninjau progres pembangunan Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Setanggi berkapasitas 2 x 2,5 megawatt (MW) di Desa Lembang, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang. (PLN)

 

PONTIANAK POST  - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) terus memantau perkembangan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Setanggi berkapasitas 5 megawatt (MW) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Pembangkit yang berada di Desa Lembang, Kecamatan Sanggau Ledo, itu dikembangkan untuk memanfaatkan potensi sumber daya air sekaligus menambah pasokan listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) di Kalimantan Barat.

“Melalui peninjauan langsung, kami dapat melihat perkembangan di lapangan sekaligus menyelaraskan langkah bersama PT Tri Daya Energi Bengkayang terhadap hal-hal yang masih memerlukan tindak lanjut,” ujar Manager UPP KLB 1 Muhammad Iqbal di Pontianak, Selasa (6/10).

Baca Juga: Untan Temukan Potensi Energi Terbarukan Sambas 466 MW, Saatnya Kurangi Impor dari Malaysia

PLTM Setanggi Manfaatkan Aliran Sungai

PLTM Setanggi terdiri atas dua unit pembangkit dengan kapasitas masing-masing 2,5 MW sehingga total kapasitas mencapai 5 MW.

Pembangkit tersebut memanfaatkan aliran Sungai Setanggi sebagai sumber energi dengan dukungan daerah aliran sungai (DAS) seluas 172,97 kilometer persegi dan debit rencana 16,19 meter kubik per detik.

“Penyelarasan pembangunan dilakukan dengan memperhatikan kesiapan teknis, manajerial dan administratif agar proyek dapat melanjutkan tahapan pembangunan berikutnya,” kata Iqbal.

Dokumen PLN juga mencatat PLTM Setanggi berkapasitas 2 x 2,5 MW dikembangkan oleh PT Tri Daya Energi Bengkayang di Desa Lembang, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang. 

Baca Juga: Wabup Ketapang Koordinasi ke ESDM soal Hibah Aset Energi Terbarukan

Diharapkan Tambah Pasokan Listrik

General Manager PLN UIP Kalimantan Bagian Barat Susilo mengatakan PLTM Setanggi menjadi salah satu pembangkit berbasis EBT yang memanfaatkan potensi sumber daya air di Kalimantan Barat.

“Potensi sumber daya air di Kalimantan Barat merupakan salah satu sumber energi yang dapat terus dioptimalkan untuk menghasilkan listrik yang lebih ramah lingkungan,” kata dia.

Menurut Susilo, keberadaan PLTM Setanggi diharapkan dapat menambah pasokan listrik sekaligus mendukung peningkatan bauran energi terbarukan dalam sistem kelistrikan Kalimantan Barat.

PLN sebelumnya juga menyebut penguatan sistem kelistrikan Kalimantan Barat dilakukan melalui pembangunan jaringan transmisi dan gardu induk, termasuk jaringan 275 kV Bengkayang-Jagoi Babang serta sejumlah infrastruktur kelistrikan lainnya.

Keselamatan Tetap Jadi Perhatian

Susilo menambahkan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta tata kelola tetap menjadi perhatian dalam setiap tahapan pembangunan pembangkit.

PLTM Setanggi dikembangkan dengan memanfaatkan potensi lokal berupa sumber daya air. Pembangkit berkapasitas 5 MW tersebut diharapkan dapat menambah sumber energi terbarukan sekaligus mendukung keandalan sistem kelistrikan Kalimantan Barat.

“PLN bersama pengembang dan pemangku kepentingan terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan proyek hingga tahapan pengoperasian,” ucap dia.*

 

Editor : Uray Ronald
PLN Kalimantan Barat PLTM Setanggi PLTM Bengkayang pembangkit listrik Bengkayang energi terbarukan Kalimantan Barat