PONTIANAK - Dewan Pengurus Wilayah Badan Persaudaraan Antar Iman (DPW BERANI) Kalimantan Barat masa bakti 2023-2027 resmi dilantik.
Pelantikan badan otonom PKB tersebut langsung dipimpin Ketua Umum DPP Berani, Lorens Manuputy. Berlangsung di ballroom hotel Mercure, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Pontianak Selatan, pada Jumat malam, 25 Agustus 2023, pelantikan mengusung tema 'Merekatkan Indonesia Ditengah Perbedaan".
Ketua Bidang Negeri dan Sumber Daya Alam Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB), Daniel Johan, mengatakan, semoga pengurus Berani dari latar belakang yang berbeda dapat memperkuat persatuan masyarakat di Kalbar.
"Kalbar itu miniatur Indonesia dengan keberagamannya," kata Daniel, saat memberi sambutan.
Daniel menuturkan, BERANI itu menjadi warisan almarhum Gus Dur. Karena cita-cita Gus Dur menempatkan kemanusian lebih tinggi dari politik.
"Meski berbeda pilihan, jangan sampai memecah persaudaraan dan kebersamaan di Kalbar," ucap Daniel
Daniel berharap, mudah-mudahan Berani di Kalbar dapat mendorong kegiatan yang melibatkan tokoh agama dalam hal menjawab tantangan di tengah masyarakat yang semakin berat.
Seperti mendorong kepastian dalam menjalankan kegiatan keagamaannya. Dan dapat mempererat hubungan masyarakat dengan berbagai latar belakang yang berbeda.
Sementara itu, Ketua DPP BERANI, Lorens Manuputy mengatakan, BERANI merupakan salah satu wujud komitmen PKB dalam merawat kesetaraan dan keberagaman di Indonesia.
Dia menuturkan, BERANI menjadi tonggak awal dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk Indonesia jaya, untuk Indonesia emas.
"Kita boleh beda keyakinan, tapi kita bersaudara dalam kemanusian," kata Laurent.
Laurent berharap agar kader BERANI dapat berkontribusi bagi umat dan masyarakat luas dengan kerja-kerja nyata. Membangun silaturahmi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Pada acara pelantikan tersebut, anggota DPW BERANI Kalbar mengucapkan empat poin ikrar, yakni bertekad memperjuangkan mewujudkan masyarakat adil makmur dan beradab berdasarkan Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Menolak tegas segala bentuk paham radikalisme, sikap dan perilaku intoleransi dalam hubungan antar agama serta penggunaan isu sara untuk kepentingan politik.
Berani hadir untuk menjadi perekat dan pemersatu bagi bangsa Indonesia yang besar dan majemuk dan bersepakat untuk membangun Indonesia dengan mengembangkan seluruh potensi sumber daya yang dimiliki bangsa ini dalam semangat kerukunan, toleransi dan gotong royong. (adg)
Editor : A'an