“Kami telah melaksanakan penjaringan internal dan memetakan siapa saja kader terbaik yang siap bertarung di Pilkada Serentak di Kalbar. Desk Pilkada saat ini masih dalam proses penjaringan calon, seperti uji kelayakan dan lain-lain, sebelum kita daftar ke KPU,” kata Daniel kepada Pontianak Post, Jumat (17/5).
Menurutnya, PKB siap mendukung calon dari partai lain yang bisa berkoalisi dengan kader-kadernya.
“Kami tentu sangat terbuka bagi calon lain yang siap duet dengan kader PKB,” ungkap Wakil Ketua Komisi IV DPR RI itu.
Khusus di Kalimantan Barat, Daniel Johan membeberkan nama-nama yang siap bertarung di Pilkada Serentak.
“Khusus Pilgub Kalbar, kita punya Mulyadi Tawik, seorang kader yang memiliki kapasitas sebagai seorang pemimpin,” ujarnya.
Selain Pilgub Kalbar, PKB juga telah menyiapkan kadernya untuk maju di pemilihan bupati atau wali kota.
“Di beberapa daerah kabupaten atau kota kita punya kader terbaik seperti di Kubu Raya kita punya H. Irsan,” ujarnya.
Sementara di Kota Pontianak, PKB telah menyiapkan Ifan Seventeen untuk maju di Pilwako. Sedangkan untuk Singkawang ada nama seperti H. Abdul Mutalib.
“Di Sintang ada Syaroni, Sambas ada Ibu Juliarti Djuhardi Alwi, dan Mempawah kita punya Subandio,” tambahnya.
Menurut Daniel, PKB berharap para kader yang telah disiapkan tersebut bisa menang di semua tingkatan.
“Untuk mencapai target ini, kami tentu mengerahkan semua sumber daya yang ada dengan sungguh-sungguh,” tambahnya.
Rekomendasi PAN
Sementara itu, Partai Amanat Nasional (PAN) juga bergerak cepat menyambut pilkada serentak.
Partai ini telah memberikan rekomendasi dukungan untuk empat tokoh yang diprediksi bakal maju dalam Pemilu Gubernur Kalbar, November 2024 mendatang.
Keempat nama tersebut adalah Gubernur Kalbar 2018-2023, Sutarmidji, Wakil Gubernur Kalbar 2018-2023, Ria Norsan, Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar, Lasarus dan Mantan Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan.
Surat rekomendasi dari DPP PAN ini juga sudah diserahkan secara langsung oleh Sekretaris DPW PAN Kalbar, Zulfydar Zaidar Mochtar.
"Kan waktu mendaftar dan mengambil formulir, tokoh-tokoh tersebut belum berpasangan. Mereka rata-rata mendaftar sebagai bakal calon Gubernur Kalbar, makanya DPP PAN memberikan rekomendasi kepada bakal calon tersebut untuk segera mencari pasangan, termasuk membangun koalisi bersama. Sebab, PAN butuh koalisi untuk mengusung pasangan bakal calon kepala daerah Kalbar," jelasnya.
Tokoh-tokoh ini diyakini dapat mencari pasangan sekaligus membangun koalisi kompak.
Nah, jika nanti pasangan sudah diperoleh, diharapkan komunikasi dapat terus dijalin dengan DPW PAN Kalbar guna membangun dan memantapkan langkah politik selanjutnya.
"Dan melihat perkembangan ke depan, keputusan bakal calon yang akan diusung itu datangnya dari DPP PAN. Jujur, kami (PAN) Kalbar tidak tahu nantinya diberikan kepada siapa. Pastinya, memasuki Agustus, jadwal pendaftaran bakal calon pasangan, keputusan sudah ditandatangani langsung Pak Ketum, Zulkifli Hasan," ujarnya.
Zulfidar juga menyebutkan, bakal calon kepala daerah yang akan diusung PAN akan diputuskan berdasarkan hasil survei kredibel.
Siapa yang hasil surveinya terbaiklah yang bakal diberikan “tiket” untuk menggunakan “perahu” PAN.
“Pastinya mekanisme tersebut akan dilakukan PAN secara berurutan dan sistematis. Jadi, tidak sembarangan. Terlebih lagi ini berkaitan dengan keinginan masyarakat Kalbar," katanya.
Ketua DPW PAN Kalbar, Boyman Harun menyampaikan bahwa rekomendasi untuk keempat calon yang dimaksud belum berupa surat keputusan pengusungan bakal calon kepala daerah.
"Khusus untuk SK penetapan calon yang diusung, nanti akan diputuskan DPP," pungkasnya. (mrd/den)
Editor : Syahriani Siregar