*Merasa Kecewa, DPW Ummat Kalbar Deklarasikan Dukungan kepada Norsan-Krisantus
PONTIANAK — Rasa kecewa berat dilontarkan pengurus DPW dan DPD Partai Ummat di Kalimantan Barat. Hal tersebut terkait mekanisme kepengurusan pemilihan pimpinan (Plt Ketua) dan dukungan kepada pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Kalbar, Muda-Jakius di Pilgub tahun 2024, yang telah didaftarkan ke KPU Kalbar belum lama ini. Sebagian pengurus beranggapan ada cacat mekanisme yang telah dilakukan.
"Bagi kami (Partai Ummat) dukungan ke Muda-Jakius menyalahi AD/ART Partai Ummat. Pertama, tidak melalui mekanisme dan organisasi di Partai Ummat sendiri. Kedua, bahwa pemilihan Plt Ketua tak melalui rapat dewan syuro (penasehat). Kalau dalam AD/ART melalui MPPW, harusnya jatuh ke Wakil Ketua I, yakni Bang Asteri Okta. Sebab, posisi awal Plt Ketua Denie Amirudin yang menjabat Plt Ketua harusnya menggelar rapat dan memutuskan, bukannya menjadi ketua. Tiba-tiba menjadi Plt Ketua dan mengarahkan dukungan," ucap Wakil Ketua Umum DPW Partai Ummat Kalbar, Urai Budianto, saat menggelar jumpa pers di Kafe Mamamia 89, Jalan Putri Candramidi, Selasa (3/9) sore, didampingi hampir seluruh pengurus inti DPW Partai Ummat aktif.
Dia menyebutkan bahwa para pengurus DPW Partai Ummat, sebagian besar terkejut ketika dalam deklarasi Muda-Jakius ada nama Partai Ummat. Padahal tak ada rapat internal sebelumnya untuk membahas masalah itu. Dukungan ke Muda-Jakius dinilainya tidak mewakili aspirasi sahabat-sahabat Ummat di daerah, yang sebagian besar menginginkan Norsan-Krisantus.
"Ini kan partai, bukan perusahaan. Masa Plt Ketua dan Sekum ambil keputusan sendiri. Senyap-senyap lagi," bebernya.
Menurut Budi, sedari awal partai ini berdiri, selalu mengedepankan asas musyawarah dalam mengambil keputusan. Bahkan, untuk sebuah kegiatan kecil saja, selalu ada panitia khusus yang bertugas mengurusnya.
"Itu yang diamanahkan AD/ART kami (Partai Ummat). Selalu melalui rapat untuk sebuah keputusan. Ini jangankan membentuk panitia, rapat pleno kecil saja tidak ada," ucapnya.
Yang paling menyedihkan lagi, ungkap Budi, instruksi dari mantan Ketua Partai Ummat Kalbar terdahulu, Bambang Widianto, yang mengarahkan dukungan ke Norsan tak diindahkan. Dari informasi yang diperoleh, diduga ada dana mahar diberikan, kabarnya cukup besar, untuk sebuah surat rekomendasi dukungan. Peruntukannya tidak diketahui untuk apa saja.
Beberapa pengurus Partai Ummat Kalbar juga mempertanyakan penunjukan langsung Plt Ketua Ummat terhadap Denie Amirudin secara sepihak yang dilakukan oleh Sekum Muhammad Farid Riza, tanpa melalui rapat internal pengurus. Penunjukan langsung tanpa melibatkan seluruh unsur pengurus, mulai dari Wakil Ketua, Wakil Sekretaris, dan Wakil Bendahara. Bahkan para pendiri partai TP3U yang berjumlah 10 orang dan Majelis Pengawas Partai Wilayah (MPPW) tak dilibatkan sama sekali.
"Ini partai. Jika dibandingkan, Ketua kami Mas Bambang yang diabaikan keberadaannya. Apa-apa mengandalkan Mas BW (Bambang Widianto). Bahkan semua baju Ummat yang kami pakai ini, Mas BW yang buatkan," ungkap Budi yang merupakan salah satu pendiri partai.
Yang lebih mengecewakan lagi, kata Budi, setelah mereka menunjuk Plt Ketua dan mendeklarasikan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur secara sepihak, mereka baru mengundang para pengurus untuk konsolidasi.
"Setelah semuanya telah disepakati secara sepihak, baru mereka konsolidasi sama kami. Apa itu namanya?" tanya Budi kembali.
Dalam jumpa pers kemarin, juga dideklarasikan dukungan terhadap pasangan Cagub Ria Norsan dan Krisantus. Deklarasi tersebut dihadiri sekitar 30 pengurus Partai Ummat Kalbar dan DPD Ummat Mempawah.
"Kami mewakili aspirasi teman-teman daerah. Kita pilih orang yang punya kans menang di Pilgub, bukan yang kalah. Norsan orangnya baik dan dekat sama ulama. Dia Ketua Dewan Masjid Indonesia Kalbar. Dalam waktu dekat kami mau beraudiensi dengan beliau," kata Maman Suratman, Ketua DPD Partai Ummat Kabupaten Mempawah.
Bambang Widianto, mantan Ketua DPW Partai Ummat, bercerita bahwa waktu diminta kawan-kawan memimpin Partai Ummat di Kalbar, posisi awalnya adalah Bendahara di Gerindra Kalbar.
"Saya berkeinginan Partai Ummat dibangun dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan. Namun karena sesuatu dan lain hal, pada bulan Juli saya mundur sebagai Ketua pada bulan Juli kemarin. Harusnya dilakukan rapat pleno. Sebab mekanisme manapun penunjukan Plt Ketua biasanya lewat Wakil Ketua 1," ujarnya.
Pun demikian untuk pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, Partai Ummat mengakui sudah jauh-jauh hari menganalisis bahwa yang berpotensi memenangkan Pilgub Kalbar dan kuat, salah satunya adalah Ria Norsan. Kenapa Wagub 2019-2023 ini? Sebab Norsan memiliki rekam jejak sebagai Wagub, paham kondisi Kalbar. Norsan juga pengusaha lama di konstruksi.
"Saya optimis kalau ikut bisa menjadi mitra Pak Ria Norsan, bahwa masalah Kalbar paling utama adalah infrastruktur terutama jalan, jembatan, dan lainnya," ujarnya.
Bambang ikut bercerita bahwa secara pribadi sudah memberitahukan ke Mas Denie Amirudin, Plt Ketua, untuk mendukung sosok Norsan, jangan ke lain. "Tiba-tiba Mas Denie meminta saya ikut ke KPU Kalbar untuk mendaftarkan Muda-Jakius. Saya jawab, apa-apaan ini? Saya tidak mau. Sebab katanya di Silon KPU, awalnya nama saya sebagai ketua," jelasnya.
Pun demikian, sebagian besar pengurus Partai Ummat di Kalbar gerak nafas perjuangannya sama mendukung Ria Norsan. Sebagai contoh di Mempawah, Ketapang, dan wilayah lain. Harusnya sebagai orang partai tahu apa yang diinginkan orang partai.
"Bukan misalnya karena ada mahar atau apalah, bukan itu pertimbangannya. Harusnya dirapatkan. Itu yang membuat saya pribadi kecewa bersama pengurus Partai Ummat lainnya," kata dia.
"Kedepannya saya sampaikan bahwa nafas perjuangan dan gerak perubahan, Partai Ummat mendukung Ria Norsan. Saya akan jalankan itu. dan hampir semua pengurus Partai Ummat ke Norsan-Krisantus," tambahnya.
Dia pun beranggapan bahwa yang terjadi di Partai Ummat lebih kepada mekanisme organisasi dan etika organisasi yang harus dijalankan. Apa yang menjadi keinginan dan kemauan kawan-kawan di Partai Ummat harusnya dipahami.
Denie: Partai Ummat Tetap Dukung Muda-Jakius
Terpisah, Denie Amirudin, Plt Ketua DPW Partai Ummat Kalbar, dikonfirmasi Pontianak Post, menceritakan mekanisme dirinya bisa memperoleh SK Plt Ketua Partai Ummat.
"Pada tanggal 18 Juli 2024, keluar SK saya menjabat sebagai Plt Ketua Partai Ummat di Kalbar. Bagaimana DPP Ummat menunjuk saya menjadi Plt Ketua, karena sebelumnya Mas BW, Ketua Partai Ummat Kalbar sebelumnya, tengah bersengkarut dan biar fokus. Bahkan Ketum DPP Partai Ummat dan Mas BW juga sudah berkomunikasi waktu itu termasuk berkomunikasi dengan Sekjen DPW Partai Ummat Kalbar, Ncek Farid," ucapnya.
Dirinya sendiri baru mendapatkan SK DPP Partai Ummat juga tanggal 23 Juli. Dia juga berkoordinasi dan japri kepada Mas BW.
"Ini ada SK Plt dan chat WhatsApp di situ, Apabila urusan Mas BW sudah selesai, nanti kita daulat lagi menjadi ketua kembali sampai dikasih love-love. Tak ada masalah sebelumnya. Juga ngopi bareng, kongkow bareng, termasuk mancing bareng," ujarnya.
Pernah waktu nongkrong secara informal, disebutkan arah dukungan Partai Ummat Ria Norsan dukung Norsan. Pasca keputusan MK keluar, Partai Ummat merasa pede walaupun sebagai parpol non parlemen dengan 13.783 suara.
Denie menyebutkan disuruh berkoordinasi dengan Ketua DPW Partai Ummat Mempawah, Maman Suratman.
"Saya koordinasi dan menghubungi Pak Norsan lewat Pak Maman. Waktu itu tanggal 26 Agustus 2024. Sebab, saya tak punya nomor telepon calon Gubernur Ria Norsan," ucapnya.
Komunikasi pada malam tanggal 26 Agustus terjadi dan langsung menyampaikan niat dan hajat mendukung Ria Norsan, sebagai calon Gubernur Kalbar. Selanjutnya dia juga bermaksud membuatkan rekomendasi dukungan, di mana masih simpang siur wakilnya siapa.
"Tanggal 26 malam komunikasi masih terjadi dan dijawab nantilah data-data akan dikirim. Saya minta data biar tanggal 27 besok siang dapat diproses. Itu pun saya masih berkoordinasi dengan Mas BW (Ketua Partai Ummat) sebelumnya, karena menghargai pertemanan," jelasnya.
Tanggal 27 Agustus malam harinya, Denie mengakui ikut ditelpon Maman Suratman, Ketua DPD Partai Ummat Mempawah bahwa positif Pak Norsan mendapatkan perahu PDI Perjuangan dan berpasangan dengan Krisantus. Dia kemudian menindaklanjuti dengan menelpon Cagub Kalbar Ria Norsan, tetapi tak diangkat.
"Di situ saya mulai tuh. Saya paksakan minta data-datanya tetapi tak dibalas sampai tanggal 28 Agustus pagi. Data-data sudah harus masuk dan tak mungkin mengurus di DPP karena prosesnya tinggal tersisa satu hari saja. Kami gelisah dan coba kembali menelpon termasuk Sekretaris DPW wilayah juga ikut gelisah. Saya telepon pagi Pak Norsan dan dipanggil Pak Danial dan dikabarkan sedang mendarat di Jakarta. Saya hanya minta data-datanya Pak Ria Norsan-Krisantus untuk dibuatkan rekomendasi," jelasnya.
Namun ada pertanyaan beliau (Ria Norsan) yang membuat dirinya terkejut, tentang berapa perolehan suara Partai Ummat di Kalbar. Dia mengakui masih tetap berprasangka baik bahwa suara Partai Ummat memang sekian koma dan tidak ada kursi di parlemen. Namun perjuangan memperoleh data-data untuk dibuatkan B1.KWK dari DPP masih berlanjut.
"Saya masih berharap. Saya masih minta data-data sampai 28 Agustus pagi, pukul 09.00 WIB, barulah setelah itu saya WhatsApp, masih sibuk di kantor partai lain dan tak bisa mengangkat," ceritanya.
Dalam penantian pengharapan, tiba-tiba bakal calon kepala daerah lainnya menelponnya dan berkeinginan Partai Ummat mendukung dan berjuang bersama. Sosok tersebut adalah Muda Mahendrawan dan dia sempat mempertanyakan apakah abang maju.
"Dijawab, kalau tak ada Partai Ummat tak maju. Termasuk kalimat berkenan dan titip salam ke Pak Ketum Partai Ummat di Jakarta. Kemudian dibarengi dengan mengirimkan data-data lengkapnya sampai pukul 09.46 WIB. Saya sampai WhatsApp lagi ke Pak Ria Norsan bahwa kita ditunggu sampai pukul 10.00 WIB pagi dan tidak dijawab. Akhirnya Ummat Kalbar memutuskan mendukung Muda-Jakius," jelasnya.
Akhir cerita, keluarkan SK B1.KWK mendukung pasangan Muda-Jakius. Dirinya memang sempat diminta menarik dukungan.
"Saya jawab tak mungkin. Tak ada hati. Ini bukan lagi bicara materi, tetapi SK tersebut sudah positif jadi. Politik harus ada adab dan etika. Tidak akan saya lakukan, sebab mempertaruhkan integritas saya. Partai Ummat di Kalbar tetap mendukung Muda-Jakius," ujarnya.
Denie menjelaskan baru sekitar pukul 17.45 WIB, dihubungi Cagub yang diusulkan kawan-kawan di awal. Pada saat itu SKB1.KWK Partai Ummat sudah jadi. Diapun meminta maaf kepada Ria Norsan bahwa DPP Partai Ummat sudah mengeluarkan SK B1.KWK kepada pasangan Muda-Jakius. "Mungkin pertanyaannya begini, kalaulah mendukung Muda-Jakius tidak sesuai AD/ART. Apakah mendukung Norsan-Krisantus sudah sesuai AD/ART juga?" ucapnya.
Denie mengatakan bahwa SK Plt Ketua ini, sebenarnya sudah lama jadi tetapi kenapa baru dipersoalkan sekarang, bahkan sebelum keputusan MK untuk dukungan suara parpol non parlemen keluar. Diapun tak mempermasalahkan kawan-kawan seperjuangannya bersuara.
"Tidak apa-apa. Mereka notabene adalah kader-kader partai yang sebelumnya telah mengundurkan diri. Saya ada buktinya. Biarkan saja. Mereka adalah bagian dari kawan-kawan saya juga, makanya saya tegaskan jangan ada yang boleh lapor melapor. Ini demokrasi," ujarnya.
Dia pun mengajak biarkan pertarungan politik ini terjadi. "Bismillah saja, siapapun pemenangnya nanti. Itu harus kita hormati, pastinya Partai Ummat Kalbar tetap mendukung Muda-Jakius," pungkasnya. (den)
Editor : Miftahul Khair