PONTIANAK POST - Gubernur Kalimantan Barat periode 2019-2024 Sutarmidji memastikan langkahnya dengan memilih bergabung ke Partai NasDem sebagai pelabuhan karir politik berikutnya.
Berlabuhnya Midji, sapaan karibnya ke NasDem dipastikan dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Partai NasDem se- Kalbar di Hotel Mercure, Pontianak pada Sabtu (8/2).
Syarif Abdullah Alkadrie, Ketua DPW NasDem Provinsi Kalimantan Barat menyebutkan bahwa kehadiran pak Midji (Sutarmidji) justru dapat memperkuat Partai Nasdem di pemilu 2029 mendatang.
"Kan beliau (Sutarmidji) juga lama berkecimpung di politik. Dari Kota Pontianak sebagai anggota legislatif, wakil walikota, bahkan Walikota 2 periode. Juga Gubernur Kalbar 2019-2024. Kami (NasDem) berharap masuknya Sutarmidji dapat menambah darah segar untuk kekuatan NasDem Kalbar," ujarnya.
"Untuk soal jabatan di Nasdem, sedang kita usulkan dan diskusikan ke DPP nantinya," timpal Syarif.
Anggota DPR RI dapil Kalimantan Barat satu ini menambahkan sesungguhnya pak Midji (Sutarmidji) memiliki kedekatan emosional sejak diusung Partai NasDem. Sangat mungkin juga ketika sudah selesai masa jabatannya di eksekutif (Gubernur Kalbar 2019-2024), tak lagi berpolitik. Dengan partai lama juga lima tahun belakangan, tak terlalu erat.
"Nah mungkin cocok dan memilih bersama-sama membesarkan Nasdem. Kami (DPW NasDem Kalbar) jelas menyambut baik dengan hati gembira," jelasnya.
Tak hanya Sutarmidji yang menyatakan bergabung ke partai besutan Surya Paloh ini. Dua kader lain pejabat daerah juga telah menyatakan sikapnya bergabung ke gerbong NasDem. Di Kayong Utara ada nama Wakil Bupati Kayong Utara terpilih, Amru Chanwati. Begitu juga Wakil Bupati Landak, Erani menyatakan sikapnya memilih NasDem.
Dari Kabupaten Sambas sendiri nama Fahrur Rofi, lawan tanding Satono juga menyatakan sikap bergabung ke NasDem. "Ada dari Sambas pak Rofi (Fahrur Rofi). Ada juga Wakil Bupati Kayong Utara dan Wakil Bupati Landak. Semuanya baru. Resmi hari ini mengikuti Rakerwil NasDem se-Kalbar," pungkas Syarif.
Sementara itu, Sutarmidji memberikan kepastian tidak lagi menjadi bagian dari PPP (Partai Persatuan Pembangunan), yang selama ini identik dengan perjalanan politiknya di Kalbar.
"Di PPP ya? Saya bukan bagian dari gerbong (pengurus) yang sekarang. Jadi sebagai politisi tak efektif juga. Harus ada sikap. Sehingga, saya putuskan dan secepatnya menyurati PPP untuk mundur secara baik dan kemudian saya meneruskan karir politik ke Partai Nasdem Kalbar," ucapnya kepada Pontianak Post.
Kenapa NasDem? Mantan Walikota Pontianak 2 periode menyebutkan bahwa pilihannya ke Nasdem sebagai bentuk penghormatan kepada sosok pak Surya Paloh (Ketum DPP NasDem), yang sudah tiga kali telah menjadi bagian dari karirnya dalam berpolitik.
"Tiga kali saya memperoleh surat rekomendasi maju sebagai calon kepala daerah, mereka (Pengurus NasDem dari DPP hingga ke DPW)
tak pernah meminta mahar apapun saat sudah memperoleh rekomendasi. Dan itu saya rasakan sendiri, tidak saya tutup-tutupi ya," katanya.
Untuk sekarang, Midji memastikan akan ikut membesarkan partai NasDem di Kalbar. "Selebihnya, saya juga akan melihat ke depan seperti apa langkah politik saya," ucapnya. (den)
Editor : Miftahul Khair