Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Megawati Resmikan Renovasi Istana Gebang, Kenang Perjuangan Bung Karno

Uray Ronald • Senin, 15 Juni 2026 | 21:46 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, meresmikan renovasi Istana Gebang di Kota Blitar, Jawa Timur, Senin (15/6/2026). (Antara)
Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, meresmikan renovasi Istana Gebang di Kota Blitar, Jawa Timur, Senin (15/6/2026). (Antara)

 

PONTIANAK POST - Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, meresmikan renovasi Istana Gebang di Jalan Sultan Agung Nomor 59, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Senin (15/6).

Dalam peresmian tersebut, Megawati memilih meninggalkan naskah sambutan resmi dan berbicara spontan tentang perjuangan Proklamator Bung Karno.

Di hadapan ribuan kader, tokoh masyarakat, dan keluarga besar Bung Karno, Megawati mengaku tidak ingin suasana di rumah bersejarah itu terasa formal. Baginya, Istana Gebang bukan sekadar bangunan cagar budaya, melainkan tempat yang menyimpan jejak perjuangan dan pembentukan karakter pemimpin bangsa.

"Ini di rumah Eyang Kakung. Aku langsung udah ngomong. Eyang Kakung, nyuwun sewu nggih, aku tak ngomong, ini ngomong hati nurani," kata Megawati dilansir Antara.

Istana Gebang dan Jejak Perjuangan Sang Proklamator

Dalam pidatonya, Megawati mengajak masyarakat melihat Istana Gebang bukan hanya sebagai destinasi wisata sejarah, tetapi sebagai ruang refleksi mengenai pengorbanan Bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa Bung Karno menghabiskan sekitar 22 tahun masa hidupnya dalam penjara dan pengasingan akibat aktivitas perjuangan melawan kolonialisme. Pengasingan tersebut berlangsung di sejumlah daerah, termasuk Ende, Bengkulu, dan Bangka.

"Coba kalian bayangkan, siapa yang mau dipenjara? Siapa yang mau dibuang? Beliau bertahan karena yakin suatu hari negara ini akan ada," ujar Megawati.

Baca Juga: Pidato Megawati Soroti Hukum Tak Adil hingga Mental Bangsa Melemah, Singgung Keadilan yang Kian Hilang

Menurut Megawati, semangat perjuangan itu perlu diwariskan kepada generasi muda agar kemerdekaan tidak hanya dipahami sebagai peristiwa sejarah, melainkan sebagai tanggung jawab yang harus terus dijaga.

Kemerdekaan Harus Terus Dijaga

Megawati menegaskan bahwa kemerdekaan bukanlah tujuan akhir. Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap berbagai bentuk penjajahan baru yang dapat mengancam kedaulatan bangsa.

"Apakah kalian sudah benar-benar merdeka? Belum. Kita tetap akan dijajah jika tidak waspada. Maukah kalian dijajah lagi?" seru Megawati yang langsung disambut jawaban "Tidak!" dari para peserta.

Pesan tersebut menjadi salah satu inti peresmian Istana Gebang, yakni menjadikan situs sejarah sebagai sarana pendidikan karakter, nasionalisme, dan kesadaran kebangsaan bagi generasi penerus.

Peresmian Renovasi dan Monumen Bung Karno

Peresmian renovasi bangunan berarsitektur kolonial tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Megawati yang didampingi putranya, M. Prananda Prabowo, serta anggota keluarga Bung Karno lainnya, Puti Guntur Soekarno dan Romy Soekarno.

Acara juga dihadiri jajaran DPP PDI Perjuangan, pengurus DPD PDIP Jawa Timur, serta ribuan kader dan masyarakat yang memadati kawasan museum.

Setelah sirine dibunyikan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peresmian monumen Bung Karno setinggi lima meter yang berdiri di kompleks Istana Gebang.

Patung karya seniman asal Bantul, Yogyakarta, Drs Gunadi tersebut diresmikan melalui penandatanganan prasasti oleh Megawati.

Menurut panitia, keberadaan monumen itu diharapkan menjadi simbol visual yang memperkuat kehadiran nilai-nilai perjuangan, pemikiran, dan warisan ideologis Bung Karno di Kota Blitar.

Baca Juga: Habis Nonton Film Pesta Babi, Megawati Menangis dan Singgung Soal Sawit

Monumen ini memiliki tinggi sekitar lima meter. Patung tersebut menjadi elemen utama dalam penataan ulang kawasan rumah masa kecil Bung Karno yang telah menjalani proses renovasi selama lebih dari enam bulan. 

Kehadiran monumen baru ini menggantikan patung lama yang sebelumnya berdiri di kawasan Istana Gebang sebagai bagian dari konsep revitalisasi kawasan sejarah yang lebih representatif.

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan sejumlah media, penataan kawasan Istana Gebang menghabiskan anggaran sekitar Rp4,1 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk pembenahan kawasan cagar budaya, penataan halaman, pembangunan elemen pendukung, serta pemasangan monumen baru yang dirancang untuk memperkuat nilai edukasi sejarah bagi pengunjung.

Dari sisi artistik, patung Bung Karno tidak lagi menampilkan sosok Proklamator dalam pose pidato yang heroik sebagaimana banyak dijumpai di ruang publik.

Monumen ini justru menggambarkan Bung Karno sedang membaca buku di atas kursi, menghadirkan pesan tentang pentingnya pemikiran, pendidikan, dan proses intelektual dalam perjalanan hidup sang pendiri bangsa.

Pilihan visual tersebut dimaksudkan untuk memperlihatkan Bung Karno sebagai seorang pemikir yang membangun gagasan kebangsaan melalui proses belajar, perenungan, dan pergulatan ide sejak masa mudanya di Blitar.

Istana Gebang Didorong Menjadi Destinasi Wisata Sejarah Nasional

Istana Gebang merupakan rumah masa kecil Bung Karno yang memiliki posisi penting dalam sejarah Indonesia. Kompleks bangunan tersebut pertama kali didirikan pada 1884, bertepatan dengan pembangunan Stasiun Kereta Api Blitar.

Rumah itu kemudian dibeli dari pegawai kereta api berkebangsaan Belanda bernama C.H. Portier dan mulai ditempati keluarga Bung Karno sekitar tahun 1917.

Baca Juga: Soekarno Melaju Bike 2026 Jadi Ajang Bangkitkan Semangat Kebangsaan di Kubu Raya

Di rumah inilah Bung Karno tinggal bersama ayahnya, Raden Sukemi Sosrodihardjo, ibunya Ida Ayu Nyoman Rai, serta kakaknya Sukarmini.

Sejarawan menilai masa tinggal Bung Karno di Blitar menjadi salah satu periode penting dalam pembentukan karakter kepemimpinan dan kesadaran sosialnya. Lingkungan keluarga, pendidikan, serta interaksi dengan masyarakat turut membentuk cara pandangnya terhadap perjuangan rakyat dan cita-cita kemerdekaan.

Warisan Sejarah untuk Generasi Mendatang

Peresmian renovasi Istana Gebang menandai upaya pelestarian salah satu situs penting dalam perjalanan hidup Bung Karno.

Bagi keluarga besar Sang Proklamator, bangunan ini bukan sekadar rumah tua yang dipertahankan, tetapi ruang edukasi yang menyimpan nilai perjuangan, pengorbanan, dan kecintaan terhadap tanah air.

Dengan lebih dari 315 ribu kunjungan dalam setahun, kawasan wisata Bung Karno di Kota Blitar kini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah terpenting di Jawa Timur,*

Editor : Uray Ronald
#Megawati Soekarnoputri #Istana Gebang #wisata sejarah Indonesia #Blitar #bung karno