“Saya berharap kepada prajurit, dengan penugasan yang telah dilakukan selama ini, akan memberikan pengalaman yang berharga untuk melaksanakan tugas selanjutnya,” kata Pangdam.
Menurutnya, selama penugasan Satgas Yonif 407/PK telah mencapai keberhasilan operasi yaitu sejumlah 407 kasus, di antaranya ilegal entry sebanyak 136 kasus, ilegal trading sebanyak 21 kasus, ilegal logging sebanyak 12 kasus, ilegal satwa sebanyak 2 kasus, serta penyerahan senpi rakitan dari masyarakat sejumlah 168 kasus, dan muhandak, 68 kasus.
Pangdam berharap prestasi yang telah diraih Satgas Yonif 407/PK selama bertugas di kawasan perbatasan, bisa dijadikan sebagai motivasi untuk lebih memantapkan tekad dan semangat juang, dalam menyongsong tugas-tugas di masa yang akan datang. Dia juga menginginkan agar prestasi yang telah diraih dapat dipertanggungjawabkan dan ditingkatkan lebih baik lagi.
"Karenanya, saya selaku pribadi dan sebagai Pangdam XII Tanjungpura mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Danyon beserta seluruh Prajurit Yonif 407/PK atas pelaksanaan tugasnya selama di perbatasan RI-Malaysia," ucap Pangdam yang juga bertindak sebagai Pangkoopsdam XII Tanjungpura.
Di kesempatan yang sama, Pangdam juga berpesan, kepada para unsur pimpinan, agar melaksanakan pengecekan personel maupun materiil terutama senjata dan muhandak, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. "Jaga faktor keamanan dan tetap patuhi protokol kesehatan selama di perjalanan agar kita semua terhindar dari Covid-19. Selamat jalan semoga selamat sampai tujuan, sampaikan salam hormat saya kepada keluarga yang telah menunggu kalian di homebase," pesannya.
Satgas Pamtas Yonif 407/PK yang berjumlah 450 personel telah melaksanakan operasi pengamanan selama kurang lebih 9 bulan, menempati sebanyak 29 pos yang tersebar mulai dari Kabupaten Kapuas Hulu sampai dengan Kabupaten Sanggau, yang saat ini telah digantikan oleh Satgas Pamtas Yonif 144/JY. (ash) Editor : Super_Admin