Luhut mengatakan, seiring dengan pembukaan kebijakan PPKM secara bertahap dapat meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat, butuh kehati-hatian dalam menghadapi Nataru.
Luhut menyebut, dalam upaya pengendalian Covid-19 dan menjaga lonjakan kasus, pemerintah sedang mengevaluasi terkait kemungkinan kembali diterapkannya tes PCR sebagai syarat berpergian
“Kami sedang mengevaluasi apakah nanti penahanan mobilitas penduduk ini akan kita terapkan kembali pelaksanaan dari PCR. Itu sedang kami kaji,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (8/11).
Luhut meminta agar masyarakat tetap berpikir positif terhadap kebijakan pemerintah. Sebab, menurutnya, dalam mengendalikan pandemi membutuhkan kecermatan layaknya sebuah operasi militer.
“Ini sekarang seperti science and art. Jadi memutuskan ini seperti operasi militer, kita melihat dengan cermat, jadi jangan ada pikiran ke mana-mana kok berubah-ubah,” tuturnya.
Luhut menambahkan, dalam pengendalian Covid-19 pemerintah juga belajar dari berbagai negara agar jangan sampai Indonesia seperti negara Eropa dimana terjadi lonjakan kembali kasus Covid-19.
Mengenai persyaratan PCR sebagai syarat penerbangan, Suriyanto (42) warga Pontianak sudah terbiasa karena sampai pemerintah daerah terus menerapkan PCR untuk masuk ke Pontianak. Jika ada pekerjaan yang menuntut Suriyanto untuk pulang pergi Pontianak, lelaki yang berprofesi sebagai pemilik usaha ini selalu menerapkan tes PCR
“Saya mendukung apapun yang diterapkan pemerintah demi kebaikan bersama. Karena saya tinggal di Pontianak dan sering ke luar kota jadi kalau balik ke Pontianak selalu menggunakan PCR,” ujar Suriyanto. (sya) Editor : Syahriani Siregar