Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Saf Rapat Tetapi Pakai Masker

Misbahul Munir S • Minggu, 3 April 2022 | 11:37 WIB
TARAWIH BERJEMAAH: Sejumlah masyarakat melaksanakan salat tarawih di Masjid Raya Mujahidin, Sabtu (2/4) malam. Salat tarawih berjemaah ini tetap menerapkan protokol kesehatan. Tampak Gubernur Sutarmidji, Sekda Kalbar Harisson, Wali Kota Pontianak Edi Rusd
TARAWIH BERJEMAAH: Sejumlah masyarakat melaksanakan salat tarawih di Masjid Raya Mujahidin, Sabtu (2/4) malam. Salat tarawih berjemaah ini tetap menerapkan protokol kesehatan. Tampak Gubernur Sutarmidji, Sekda Kalbar Harisson, Wali Kota Pontianak Edi Rusd
Umat Islam Penuhi Masjid Mujahidin


PONTIANAK - Umat Islam meramaikan salat tarawih 1 Ramadan 1443 Hijriah di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Sabtu (2/4) malam. Lantai utama masjid diisi oleh laki-laki, sementara ruang serbaguna diisi oleh jemaah perempuan. Berbeda dengan tahun sebelumnya saat Pandemi Covid-19 melanda, tahun ini ada kelonggaran yang diberikan. Salah satunya adalah diperbolehkannya salat dengan saf yang rapat.

Tarawih 1 Ramadan 1443 Hijriah di Masjid Raya Mujahidin kali ini dihadiri langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, Sekda Kalbar Harisson, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, beserta beberapa pejabat di tingkat provinsi dan Kota Pontianak.

Photo
Photo


Sutarmidji dalam kesempatan tersebut memberikan kuliah tujuh menit (kultum). Dalam penyampaiannya, ia menilai perlu untuk terus memaksimalkan potensi umat Islam di Kalimantan Barat. Apalagi, jumlah muslim di provinsi ini lebih ari 60 persen dari total penduduk.

"Dengan jumlah tersebut saya sebagai gubernur berharap sumber daya manusia (SDM) umat Islam harus terus dipacu untuk lebih baik. Di negara maju, pembangunan SDM menjadi fokus sehingga sebuah negara bisa dikatakan berhasil. Dan yang menjadi kunci keberhasilan mereka adalah karena mempraktikkan nilai yang ada di dalam agama Islam itu sendiri," jelasnya.

Orang nomor satu di Kalbar ini mengatakan nilai-nilai yang sudah diajarkan Islam semestinya mampu membentuk SDM yang menjadi syarat sebuah negara sebagai negara maju. Syarat tersebut antara lain kejujuran dan kedisiplinan. Kejujuran menurutnya menjadi salah satu faktor pendorong utama majunya sebuah negara.

"Kejujuran itu di dalam Islam sudah diajarkan. Jelas keberhasilan orang ditentukan oleh kejujurannya," kata dia. Perilaku disiplin juga diajarkan Islam. Contoh praktiknya adalah pelaksanaan salat yang menjadi salah satu amalan utama umat Islam.

Faktor selanjutnya adalah dukungan dari orang terdekat, baik itu istri, suami, anak, keluarga, atapun teman. "Inilah nilai persaudaraan dari Islam," ucapnya. Setelah tiga poin ini, faktor selanjutnya adalah kemampuan.

Terkait pandemi yang masih melanda di bulan suci Ramadan tahun ini, Sutarmidji meminta masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Sekalipun sudah banyak kelonggaran, dirinya meminta untuk tetap mawas diri.

"Saf sudah boleh rapat. Tapi saya berharap kita tetap memakai masker. Karena setiap hari masih ada yang terpapar (Covid-19)," pungkasnya.

Terpisah, Ketua Yayasan Mujahidin, Sy Kamaruzzaman mengatakan, masjid raya  tersebut menggelar salat tarawih pertama pada Sabtu (2/4) malam sesuai ketetapan pemerintah terkait 1 Ramadan 1443 Hijriah. Umat Islam di Kalimantan Barat menurutnya bisa menunaikan salat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, terutama menggunakan masker.

“Kita tetap melaksanakan salat berjemaah, baik itu salat wajib ataupun tarawih. Jemaah diimbau untuk menggunakan masker dan mencuci tangan,” ujarnya.

Penyelenggaraan salat berjemaah Ramadan tahun ini diakuinya sedikit berbeda dengan dua tahun terakhir sejak pandemi Covid-19. Jika sebelumnya diberikan jarak antar-jemaah, kali ini saf salat boleh dirapatkan. Kendati begitu, dirinya mengingatkan untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

“Untuk kultum (kuliah tujuh menit), diimbau tidak panjang. Sesuai namanya, cukup tujuh menit saja,” ujarnya. Sementara itu, ada beragam kegiatan yang dilaksanakan oleh Yayasan Mujahidin Kalbar dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadan.

Kegiatan tersebut di antaranya Pasar Juadah Ramadhan, Kajian Jelang Ramadhan, Festival Dakwah & I'tikaf Ramadhan, Ramadhan Fair, Nuzulul Qur'an, I'tikaf & Qiyamullail di 10 Hari Akhir Ramadhan, dan lain sebagainya. Adapula lomba seperti MTQ Usia Emas dan Musabaqah Tahfidz Qur'an 10, 20 dan 30 Juz. (sti) Editor : Misbahul Munir S
#masjid mujahidin #Tarawih #protokol kesehatan