Ada seribu paket yang berisi minyak goreng, tepung, gula dan lainnya sebagainya dijual seharga Rp100 ribu dalam pasar murah tersebut. Namun, karena banyak pihak yang berinfak, akhirnya seribu paket tersebut digratiskan untuk masyarakat Kota Singkawang. "Sebenarnya bazar murah jadi nilai paket Rp100 ribu, tapi banyak yang infak akhirnya terkumpul Rp50 juta jadi seribu paket dan mereka digratiskan. Sebenarnya bukan juga gratis, tapi sudah dibayarkan," ungkapnya kepada Pontianak Post, Jumat (22/4).
Selain itu Midji sapaan karibnya mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) juga sudah mengalokasikan hibah pembangunan Masjid Agung Singkawang sebesar Rp5 miliar. Untuk tahap pertama sudah ia serahkan sebesar Rp2 miliar. "Nanti kalau progres ini kita secepatnya serahkan (tahap kedua). Intinya Rp5 miliar sudah ada kalau (bantuan) yang lain kita masih melihat dan menysihkan keuangan kita di Pemprov," ujarnya.
Tak hanya itu, sebelumnya Kamis (21/4), Midji juga sudah menyerahkan bantuan berupa sarung, telur dan uang perawatan untuk Masjid Raya Singkawang sebesar Rp25 juta. Bantuan tersebut bersumber dari dana CSR Bank Kalbar.
Di Singkawang ia juga menyerahkan sertifikat halal dalam rangka membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Selain bersertifikasi halal, orang nomor satu di Kalbar itu ingin produk-produk UMKM di sana memiliki kemasan yang baik dan menarik. "Kalau saya datang lagi nanti saya mau lihat packaging-nya, kalau bisa dibuat inovasi, kami akan dorong karena bantuan permodalan dan alat akan kami siapakan. Siapa tahu lahir produk jahe kombinasi dengan madu kapuas hulu di tengah pandemi ini. Nanti saya akan datang lagi setelah lebaran untuk melihat langsung," pungkasnya.(bar) Editor : Shando Safela